Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Rasulullah Idolaku

Masya Allah,,,
Udah lama ngga ngeblog,,,
Huhuhu padahal banyak yang ingin dibagikan,,,
Semoga siapapun yang membacanya bisa mengambil hikmah yaa😍

Tiga minggu yang lalu ikut kajian Istri Santri Karya,
Sebelum dimulai ada games gitu tentang Rasulullah SAW,,,
Tet tot,,,
Ternyata ngga mudah, padahal gamesnya gampang,
Menyambungkan kata tapi tentang Rasulullah SAW,
Tapi kita banyak loadingnya,,,
Huhuhuhu,,,

Kadang,,,
Kita meminta anak mentauladani Rasulullah SAW,,
Tapi sudah sejauh mana orangtua mengenalkan Rasulullah,
Apa keistimewaannya,,
Orang-orang terdekatnya,,
Keutamaan-keutamaannya,,
Sifat-sifatnya,,
Dll,

Pertanyaan yang bagi BunZa jleb banget adalah,,,
"Bagaimana anak mau mencontoh Rasulullah jika mengenalpun tidak...?"
Siapa yang bertugas mengenalkan Rasulullah...?
Yaaa orangtuanya,,,
Terutama Ibunya yang setiap hari membersamainya,,
😭😭😭

Pulang kajian teh mikir,,,
Gimana caranya biar semangat belajar siroh...?
Kalau langsung baca buku yang tebal gitu kurang semangat,,,
Paling tidak ada batu loncatan yang membuat suka belajar siroh.
Insya Allah kalau udah suka,
Pasti ingin belajar lebih banyak.

Alhamdulillah,,,
Allah memberikan kemudahan,,,
Syariatnya lewat Smart Hafiz,,
BunZa jadi senang belajar siroh,,
Isinya lengkap pisan,,
Mulai dari sejarah negeri Arab, asal-usul Rasulullah,
Hingga Rasulullah wafat.
Dan penyampaiannya juga asyik,,
Mudah dipahami pula...

Dari audionya udah dapet nih,
Sekarang nyari visualnya,,,
Pokoknya nyari caranya dulu biar bisa asyik belajar Siroh.
Karena sekarang ngga sendiri belajarnya,,
Tapi bareng anak gadis,
Jadi sambil nyari metode yang tepat dan menyenangkan.

Zaza & Buku Little Abid
Terinspirasi dari Buku Little Abid yang berjudul Rasulullah Idolaku,
Disitu diceritakan ketika Kak Hakim pulang sekolah,
Ia membawa kartu,
Setiap kartu berisi tentang sifat-sifat Rasulullah,
Yang mengambil kartunya harus menjabarkan sifat Rasulullah yang tertulis di kartu itu.
Kannn seru😍

Akhirnya BunZa nyari juga deh,,
Dan ketemu sama Kwartet Siroh Nabi,
Bunza beli yang seri tokoh dan peristiwa,
Waaaa,,,
Ternyata,,,
Belajar pakai kwartet ini jadi makin menyenangkan😇
Banyak pengetahuan baru yang didapat.

Kwartet Siroh Nabi
Jadi 1 box kwartet berisi 100 lembar,
Setiap tema terdiri dari 4 kartu,
Artinya, dalam 1 box ada 25 tema.
Kwartetnya bisa buat main lhoo,,,
Tapi karena Zaza belum bisa maininnya,,
Yaa udah dibacain sama Bundanya aja penjelasan di dalam kartunya.

Hayuu ah Bu'ibu,,,
Kenalkan Rasulullah sedini mungkin,
Sedetail mungkin,
Supaya Rasulullahlah yang menjadi idola anak-anak kita,,,
Belajar aja bareng-bareng,,,
Semoga dengan ikhtiar kecil ini bisa menjadi jalan untuk bertetangga dengan Rasulullah di surga nanti,
Aamiin.

Rumah Seribu Cinta

"Apa kamu tidak malu melakukan semua ini?" tanyaku pada gadis kecil yang tengah sibuk mencari paku-paku bekas. "Lihatlah teman-temanmu pergi sekolah menuntut ilmu, sedangkan kamu pagi-pagi sudah mencari rongsokan..."

"Kenapa harus malu?" jawabnya masih asyik memainkan magnet bekas di sebuah parit kecil di desanya. Sesekali senyumnya mengembang ketika magnet berhasil menarik sebuah paku atau serpihan besi. Dengan antusias dia memasukannya ke kantong plastik yang sudah ia persiapkan.

"Kamu tidak sekolah...?"

"Kata Ibu tahun depan... Karena di sekolahku yang dulu aku terlalu bandel, sering membuat Ibu khawatir..."jawabnya dengan polos. " Kamu tau kak, aku senang menjelajah dan serba ingin tau, karena dulu sekolahku sangat jauh, langkah kakiku pun semakin jauh. Aku sering pergi ke hutan mencari buah kecil yang menurutku sangat enak. Tak perduli meskipun itu terletak di tepi jurang, itulah yang membuat Ibuku khawatir..."

"Hanya untuk sebuah buah kecil yang menurutmu enak, kamu sampai masuk hutan begitu. Kenapa kamu tidak meminta ke Ibu?"

Ia terdiam, kemudian menatapku dengan mata berkaca-kaca. "Ibu tak punya uang, Aku jarang mendapatkan uang saku, kasihan Ibu...Bisa makan saja sudah Alhamdulillah..." wajahnya berubah menjadi sedih. "Aku mencari rongsokan, mengumpulkan cengkeh dan mengeringkannya untuk dijual, agar aku bisa jajan..."

Kini aku yang terdiam, gadis sekecil itu sudah merasakan getirnya kehidupan. Namanya Viona, ia anak ke empat dari lima bersaudara. Saat ini keluarganya memang tengah diuji dengan kesulitan ekonomi, Peternakan Ayahnya bangkrut, dan hingga sekarang orangtuanya belum memiliki pekerjaan yang tetap.

*  *  *

Sudah lama aku memperhatikan kehidupan keluarga Viona, bukan bermaksud untuk memata-matai, namun mencari sebuah pelajaran hidup dari keluarga kecil itu. Meskipun kehidupan mereka kekurangan dalam urusan harta, keluarga mereka terlihat begitu harmonis. Tak pernah terdengar keluhan dari mereka. Bahkan Viona dan ketiga kakaknya selalu berprestasi di sekolah. Yah... sebelum keluar, ia mendapatkan rangking pertama di kelasnya dengan nilai yang sempurna, begitu juga ketiga kakaknya.

Dari cerita Ibunya, Beliau sengaja mengeluarkan Viona karena beliau takut, ia sering pergi jauh sendirian, bahkan dia pernah pergi ke asrama teman sebangkunya yang beragama Katolik. Dan sempat juga meminta pindah agama agar dia bisa merayakan Hari Natal. Polosnya gadis kecil itu...

Semenjak Viona berhenti sekolah, setiap pagi dia memungut cengkeh yang berserakan di kebun bawah rumahnya. Dengan telaten dia memungut satu demi satu, mengeringkannya sampai benar-benar kering, dan menjualnya di sebuah warung yang ada di desanya. Sekilo cengkeh kering dihargai Rp 5.000,-. Untuk mendapatkan sekilo cengkeh kering saja ia harus mengumpulkan cengkeh selama sebulan. Dia begitu telaten. Atau ketika dia mencari rongsokan, dia mempunyai cara yang begitu kreatif, dia menggunakan magnet yang ditali menggunakan tali rafia, sehingga lebih memudahkan dia mencari paku bekas, tak perlu lagi harus mencebur ke parit. Ketika kutanya dari mana ide itu, dia mengatakan dari buku. Bukankah itu materi pelajaran kelas IV SD...???Tapi dia sudah mengetahuinya...

Ternyata di keluarga Viona memang dibiasakan membaca buku, Ibunya begitu telaten menemani ke-empat anaknya belajar, bahkan menjelaskan apa yang anak-anaknya tidak ketahui. Sang Ibu selalu meluangkan waktunya untuk belajar bersama. Viona dan ketiga kakaknya juga rajin pergi mengaji, tak mengherankan mereka begitu lancar membaca Ayat-ayat suci.

*  *  *

12 Tahun kemudian disaat aku kembali ke desa itu, kudengar satu demi satu keluarga Viona telah meraih kesuksesannya. Namun ternyata, ujianbkembali datang, kakak pertamanya yang super cerdas, dan puitis menderita penyakit Skrizofernia, sebuah penyakit yang mengganggu kesehatan jiwanya. Tapi yang membuatku heran, tetap saja suasana keluarga itu adem ayem. Seolah-olah keluarga mereka baik-baik saja.

Padahal menurut cerita tetangga, kalau sedang kambuh. Sang kakak sampai mengamuk dan membanting barang-barang yang ada disekitarnya. Nah, untuk meredam setiap hari harus minum obat. Setiap bulan harus berobat, dan sekali pengobatan juga lumayan. Hemmttt, perjuangan banget disela-sela kesulitan yang tengah menimpa.

Iseng kucoba bertanya kepada Ibunya, apa resep yang membuat keempat putra-putrinya kuat menghadapi ujian kekurangan harta yang mungkin aku sendiri tak mampu melaluinya. Bahkan pernah suatu ketika, kakak ketiganya tidak bersekolah karena tidak memiliki uang transport. Sedih dengernya. But, you know, di SMA Terfavorit itu, sang kakak menjadi anak kesayangan guru dan teman-temannya, karena prestasi dan kemampuannya dalam berorganisasi. Dan sekarang, beliau menjadi salah satu orang penting di sebuah perusahaan besar di Indonesia.

Viona sendiri tinggal di panti asuhan agar tetap bisa bersekolah. Dan dia tetap menjadi anak yang unik, jarang belajar, hobi jualan, namun sampai kelas XII selalu mendapat peringkat pertama di kelas. Bisa mengikuti berbagai lomba lagi. Sedangkan kakak perempuannya, menjadi Bendahara di salah satu SD Muhammadiyah terbesar di Yogyakarta. Ternyata perjuangan mereka membuahkan hasil yang membanggakan. Jujur aku iri, hidupku serba berkecukupan, sehingga aku lupa untuk berjuang lebih keras. Proses memang tak pernah menghianati hasil.

Beliau mengatakan, "Semua yang terjadi dalam kehidupan keluarga saya sudah tertulis di Yaumul Mahfudz. Dan di Al-Qur'an sudah sangat jelas dituliskan bahwa Allah tidak akan menguji diluar batas kemampuan hambaNya. Keyakinan itulah yang saya tanamkan kepada anak-anak. Dan memberikan pengertian kepada mereka, jadikanlah hal-hal yang tidak mereka sukai menjadi motivasi untuk meraih prestasi."

"Memang menananmkan nilai-nilai itu tidak mudah, seringkali mereka ngedrop karena ejekan teman-teman sebayanya, namun semua itu kembali lagi kepada kita sebagai orangtua, bisa atau tidak membangkitkan semangat mereka. Untuk bisa melakukan itu, kita sebagai orang tua juga memerlukan ilmu untuk bisa membimbing dan mengarahkan mereka. Intinya kita sebagai orang tua harus menjadi Tauladan terlebih dahulu..."

Nyesss... Subhanallah, kata-kata Beliau begitu menyejukkan hati. Membuatku semakin tertarik untuk semakin banyak bertanya. "Sekarang Ibu mulai sibuk dengan pekerjaan yang Ibu geluti, lalu bagaimana Ibu bisa mendapatkan ilmu baru tiap harinya?" Yaa, sekarang Ibu dan Bapak membuka usaha kue kecil-kecilan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sang Ibu tersenyum, "Belajar tidak harus dengan duduk dan membaca buku, apalagi sekarang teknologi semakin maju. Ibu tetap bekerja sembari mendengarkan radio motivasi, apabila ada hal-hal yang penting, Ibu menyatatnya. Jadi sebelum memulai pekerjaan siapkan kertas kecil saja untuk mencatat ilmu baru, dan ketika pekerjaan sudah longgar, Ibu menyempatkan diri mengembangkan inti-inti ilmu tadi dalam catatan khusus dan sharing dengan anak-anak setelah selesai mengaji setiap harinya. Jadi mereka selalu memiliki motivasi baru tiap harinya. Dan untuk anak-anak yang diluar kota pun sama, saya sering mengirimkan kata-kata atau motivasi-motivasi positiv untuk menyemangati mereka..."

Dalam hati aku berazzam, suatu hari nanti aku akan menjadi ibu yang hebat, dan ibu yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Beliau memang tidak begitu dikenal, namun bagiku keluarga ini sangat menginspirasi. Viona sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang tengah berjuang menggapai mimpinya, tergantikan dengan Bayu, anak Bungsu yang kecerdasan akademiknya mulai terlihat.

Semua yang terjadi mengandung hikmah, namun tak selalu kita bisa mengambil dan mengumpulkannya. Rumah sederhana ini begitu nyaman untuk kusinggahi, di rumah sederhana ini kepahitan menjadi pemacu semangat, di sini mimpi-mimpi besar diceritakan, di rumah ini pula cinta begitu terasa. Dan aku sering menyebutnya "Rumah Seribu Cinta"


Pendidikan Pra Baligh

Kulwap Bersama Bunda Zulfa Alya. Pemilik bimbel berbasis homeschooling El Diina, Yogyakarta.

Pendidikan di dalam Islam dibagi dalam tahapan berikut :
-Usia dini 0-6 tahun
-Pra baligh 7-14 tahun
-Baligh 15 tahun keatas

Apa yang perlu kita persiapkan pada anak :

-Usia dini 0-6 tahun
•Aqliyah : proses membentuk cara berfikir
•Nafsiyah: pembelajaran dan pembiasaan pelaksanaan hukum-hukum syariat Islam.

-Usia pra baligh 10-14 tahun
•Aqliyah : mengokohkan dan mengembangkan cara berfikir Islami.
•Nafsiyah : penguatan keterikatan pada hukum syariat Islam.

Tujuan dari pendidikan pra baligh adalah membentuk sikap ( nafsiyah) dan kecerdasan (aqliyah) yang akan membentuk kepribadian Islam.

Pembentukan aqliyah bisa dibentuk dengan 2 cara :
1. Menanamkan pemahaman keislaman yang kuat
2. Membekali mereka dengan ilmu pengetahuan untuk mempermudah kehidupan mereka.

1. Menanamkan pemahaman Islam yang kuat bisa dibentuk dengan cara:

-Menanamkan aqidah dengan proses berfikir, dengan mengamati berbagai ciptaan Allah baik alam semesta, manusia maupun kehidupan, sehingga aqidah anak akan tertancap kuat.

-Menanamkan keterikatan hukum-hukum Islam baik dari segi ibadah, akhlak, makanan, pakaian, pergaulan, dll
Keterikatan dengan aturan Allah akan membuat seaeorang selalu dijalan kebaikan.
Menanamkan akhlak yang baik akan membuat tingkah laku seseorang indah dan santun.Sehingga tingkah lakunya bagus.

-Menghafal Al Qur'an
Menghafal Al Qur'an akan membuat jiwa seseorang hidup dan dekat kepada Allah.Dengan menghafal huruf demi huruf, kata demi kata dan ayat demi ayat akan membuat seseorang memiliki kecerdasan yang kuat.Karena terbiasa berkonsentrasi dengan menghafal dengan detail semua ayat-ayat Al Qur'an.

-Melatih bahasa anak.
Melatih bahasa disini akan memperkuat daya fikir anak, disamping itu juga akan membuat anak mempunyai bahasa yang santun, indah dan berpengaruh.Bahasa anak yang berpengaruh inilah yang akan membuat anak tidak mudah tercemar dengan berbagai hal buruk yang ada disekitarnya.Bahkan dia mampu mempengaruhi lingkunganya menuju kebaikan.

2. Membekali anak dengan sains dan tehnologi.
Ini penting agar anak bisa memanfaatkan alam sekitar untuk kesejahteraan umat manusia.Untuk kebaikan bukan untuk kerusakan.

-Membentuk nafsiyah atau pola tingkah laku anak.
Membuat pola harian anak dari pagi sampai malam.Atau portopolio perkembangan anak. Portofolio ini untuk membentuk  kebiasaan anak sehingga anak terikat pada aturan Allah, terbiasa beribadah dan belajar.
Contoh portofolio anak usia pra baligh
Terlihat pola diatas untuk membentuk kebiasaan anak dirumah.Sehingga terbentuk keteraturan pada anak.(gambar terlampir)
Sabtu ahad bisa dibuat pola berbeda karena libur.Acuanya masih sama dengan pola harian anak diatas.

-Berkarya
Anak juga dilatih untuk menadakan percobaan tertentu agar terbiasa berfikir produktif.Ini sekaligus juga melatih anak agar mengembangkan minat atau passion anak.
Di dalam berkarya anak tidak hanya dilatih membuat sesutu tapi juga menuliskan prosesnya dan mempreaentasikan hasilnya dihadapan orang tuanya.Agar anak terbiasa menjelaskan pemikiranya secara lesan atau tulisan.
Ini akan melejitkan kreatifitas anak dengan cepat dan terarah.Apalagi kalau orang tuanya rajin mendokumentasikan karyanya sejak usia dini maka diusia pra baligh anak sudah bisa diketahui passion atau minatnya.


Profile Generasi Cemerlang yang Akan Kita Bentuk :

Generasi yang dekat dengan Allah, beraqidah kuat, terikat pada aturan Allah, penghafal Al Qur'an, ahli syariat Allah dan menguasai iptek dengan kuat.

Kisah Umar Bin Khattab

Masa kecil beliau dihabiskan untuk menggembala unta seperti orang quraisy lainya. Tapi Umar adalah salah satu anak yang belajar membaca dan menulis dikalangan sukunya saat itu.Oleh karena itu kedudukanya tinggi.Umar juga belajar syair dan suka sejarah serta politik.
Umar juga sangat kuat dan pandai berkuda, memanah dan bergulat.

Inilah sebabnya, dimasa dewasanya Umar dikenal bijaksana, punya argumen yang kuat dan pandai menyelesikan masalah.Dia diangkat menjadi delegasi yang melakukan perjanjian dengan suku-suku lain karena kepiawainya berdiplomasi.
Dan ketika masuk Islam umar adalah orang yang paling takut kepada Allah.
Oleh karena itu ketika menjadi khalifah setelah Abu Bakar, Umar menjadi penakluk adidaya Persia dan Romawi saat itu.

Negarawan besar yang melalui tanganya dibuat baitul mal pertama kali.
Panglima perang besar denganya 2/3 jazirah arab dikuasai.
Sekaligus mujtahid, ahli dalam hal-hal ilmu fiqh.Mampu mengambil hukum dalam berbagai masalah baru dengan ijtihadnya.
Inilah profile generasi yang akan kita bentuk bagi anak-anak prabaligh.

Harun Ar Rasyid

Khalifah bani abasiyah yang sejak kecil sampai dewasa setiap hari shalat sunnah sampai 100 rakaat. Bersedekah dari uang pribadinya 1000 dirham sehari.

Harun Ar Rasyid sangat mencintai ilmu.Dialah yang menjadikan kekhilafahanya menjadi pusat iptek sedunia saat itu. Dia juga panglima perang yang hebat, penakluk wilayah-wilayah Romawi.
Kemampuanya memimpin negara sangat luar biasa karena keahlian dalam hal agamanya yang tinggi.
Inilah profile generasi yang akan kita bentuk bagi anak-anak prabaligh.Ahli ilmu agama, dekat dengan Allah dan mengausai saintek.

Emak Rempong Bisa Punya Balita Penghafal Al-Qur'an

 Resume Kulwap bersama Bunda Judhita Elfaj

Di pandu oleh :
Sitta Ummu Hilya (Moderator)
Lela Qodriyah (MC).
Bandung, 24-25 Mei 2017

Bismillahirrahmanirrahim...

Memiliki buah hati merupakan anugerah yang istimewa dari Allah ta'ala. Ia adalah cahaya mata, penyejuk jiwa, dan penyempurna kebahagiaan keluarga. Terlebih lagi jika buah hati kita dapat menjadi ladang amal yang berpahala jariyah, senantiasa mengalir meski usia kita telah usai. Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang selalu mendoakan." (Hr. Muslim no. 1631)

Al-Qur'an adalah petunjuk dari cahaya. Ia adalah pintu beragam ilmu dan "software" terbaik yang apabila kita menginstalnya pada ananda, maka 2 dari 3 amal jariyah tadi dapat kita peroleh, yaitu : ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang senantiasa mendoakan. Betapa hati orangtua mukmin tidak mungkin tidak tergerak  dengan investasi khrowi ini, sedangkan Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Siapa yang membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya, mengamalkannya, maka dia akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak pernah didapatkan di dunia. Kedua orangtuanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an." (HR. Abu Daud)

Teman-teman tersayang,
Al-Qur'an yang suci yang diturunkan Allah Ta'ala selalu "compatible" pada setiap jiwa ananda yang masih suci diliputi fitrahNya. Mungkin belum memahami ayat demi ayat yang ia lantunkan, tapi jiwanya terjaga dengan kalamNya yang mulia itu. Mungkin mulutnya yang mungil belum sempurna melafazkannya, tapi yang keluar dari lisan kecilnya itu adalah sesuatu yang bernilai besar dari Allah Yang Maha Besar.

Tujuan utama mengajarkan Al-Qur'an pada anak usia dini bukan sekedar keterampilan membaca dan menghafal. Kita tidak sedang menumpukkan kitab di punggung keledai. Tetapi kita sedang menanamkan kecintaan-kecintaan kepada Allah, pada kalimatNya, dan pada AgamaNya. Kita sedang menanam iman dalam hatinya, membentuk dzauq atau cita rasa Qur'ani pada jiwanya, membentuk pola pikir yang selalu merujuk pada Al-Qur'an dalam kesehariannya dan semoga terbawa sampai dewasa.

Kemampuan membaca dan menghafal adalah bonus dari intensitas kita berinteraksi dengan Al-Qur'an. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri dalam menguasainya. Sekali lagi, kita sedang mencurahkan kasih sayang kita pada anak dan semakin bertambah tatkala menjalaninya dengan Al-Qur'an.

Karakteristik Usia Dini,
Pada periode emas ini, anak berada pada tahap praoperasional. Ia memiliki kepekaan terhadap perkembangan bahasa, mulai menguasai simbol-simbol termasuk kata-kata, dsb. Maka tak heran orang mengistilahkan otak mereka bagai spons yang memiliki daya serap yang luar biasa. Menguasai ratusan kosa kata baru, menghafal syair, dan juga pandai meniru aktivitas orang-orang disekitarnya. Namun nalar mereka belum logis sehingga mereka lebih mudah menerima sesuatu yang kongkret. Modus belajarnya pun lebih mengena dengan aktivitas fisik dan sesuatu yang memberi mereka pengalaman nyata.

Bagaimana mengkondisikan Balita kita menghafal Al-Qur;an... ?

1. Memberikan Keteladanan Terbaik
Anak adalah peniru yang ulung, maka jadilah model bagi mereka bagaimana mengisi keseharian hari-hari kita dengan Al-Qur'an.

2. Memberikan Pengalaman Berinteraksi yang istimewa dengan Al-Qur'an
Konon, bisa itu karena terbiasa dan cinta tumbuh karena sering berjumpa. Maka sediakan family quality time rutin bersama Al-Qur'an. Jadikan waktu itu saat yang sangat dinantikan oleh si kecil. Buat senyaman mungkin dan semenarik mungkin bagi hatinya. Mungkin tidak melulu meminta sikecil membaca Al-Qur'an. Bisa juga hanya sekedar mempersilahkannya "menonton" ayah bundanya asyik memperdengarkan Al-Qur'an, bercerita tentang kisah-kisah dalam Al-Qur'an, bermain dengan huruf hijaiyah, dll. Tak perlu lama. Sikecil masih memiliki rentang perhatian yang pendek kok. Sebentar tapi rutin dan berkelanjutan. Semakin membuatnya penasaran dan menanti-nanti kapan saat mengaji lagi akan lebih seru.

3. Al-Qur'an Sebagain Jalan Memperkenalkan Anak Pada Penciptanya.
Betapa banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menggambarkan kebesaran Allah, tentang makhluk-makhlukNya (tumbuhan, hewan, bulan, bintang, dll), tentang kasih sayangNya, tentang kekuasaanNya di alam raya, dll.

4. Menjadikan Al-Qur'an sebagai isu utama dalam keluarga.
Sering diulang-ulang keutamaan Al-Qur'an pada diskusi hangat keluarga, berusaha mendedukasikan ayat-ayat Al-Qur'an dengan realitas yang ditemukan anak, memberikan apresiasi yang istimewa terhadap keberhasilan anak dengan Al-Qur'an dibanding bidang lainnya, dll.

5. Kasih sayang dan doa tulus dari orangtua yang senantiasa meliputi ananda tercinta.
Sesuatu dari hati akan sampai hati insya  Allah. Kekuatan kita hanya ada bersama Allah yang Maha Menguasai Ilmu dan Menggenggam seluruh jiwa makhlukNya.


Sekedar Berbagi,
Alhamdulillah, sulung saya telah selesai menyetor hafalan seluruh surah di juz 30 pada usia 3 tahun 9 bulan. Ananda juga pertama kali mengkhatamkan tilawah 30 juz pada usia 4 tahun (kurang seminggu) dan berhasil mengkhatamkan bacaannya 2 kali saat usia balita (belum 5 tahun). Ananda mulai menyetorkan hafalannya secara rutin setelah bicaranya lancar, panjang dan dimengerti, yaitu pada usia 2 tahun 6 bulan. Kegiatan menghafal ini semakin seru dengan bercerita isi surahnya, mengunjungi kebun binatang dan menjumpai binatang yang disebutkan pada hafalannya (gajah, unta, kuda, dsb), wisata alam, dan mengaitkan ciptaanNya yang kami temui dengan ayat-ayat Allah (awan, matahari, gunung, laut, dsb). Ananda mulai belajar membaca Al-Qur'an ketika sudah bisa diajak duduk manis selama 10-15 menit pada usia 3 tahun. Sebelumnya, belajar dengan permainan, membuat craft hijaiyah, dan cerita. Ananda mulai membaca mushaf Al-Qur'an usia 3 tahun 5 bulan, dari sini kami mulai mengeksplor kisah para nabi dan teladan lainnya dari Al-Qur'an.

Saya rasa demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Adverstisement

Adversitement