Showing posts with label Taaruf. Show all posts
Showing posts with label Taaruf. Show all posts

Ketika Aku Menemukan Cinta

Fatimah Alfi Ahsani
Beberapa kali ada pesan masuk ke facebook ataupun whatssap yang menanyakan bagaimana proses menuju pernikahan, dan pertanyaan kenapa memilih untuk menikah muda, setelah merenung cukup lama, ciiie 😂😄 akhirnya terbitlah tulisan ini. Semoga sahabat yang membaca bisa mengambil sebuah pelajaran dari cerita ini.

Awalnya ikhwan itu adalah salah satu orang yang sempat kubenci, menurutku dia songong, jutek, nyebelin, ngga ada ramah-ramahnya sama sekali, dll. Bikin ilfeel deh tiap ketemu. Tapi dari perasaan benci itulah jadi kepo, stalkinglah medsosnya. Bingung juga sih kenapa tiba-tiba jadi pengen ngepoin😑

Pelajaran pertama, jangan berlebihan membenci seseorang, bisa jadi dan memang kenyataannya seperti itu, perasaan itu bisa berbalik. Entah sejak kapan dan apa penyebabnya, kita jadi sering bertegur sapa, apalagi sejak sering dimintain bantuan untuk jaga markas ketika yang ikhwan solat jum'at. Tidak ada yang kebetulan, kami bertetangga, beliau salah satu santri khidmat yang salah satu tugasnya menjaga keamanan lingkungan rumah Kyai sekaligus asrama putri. Mau ngga mau yaa, hampir setiap hari ketemu.

Ternyata beliau itu orangnya baik, care, ngga sungkan untuk mengingatkan orang lain, dsb. Dengan catatan, itu semua berlaku untuk semua, meski respon yang ditangkap perempuan mah cenderung berbeda. Padahal beliau melakukan hal yang sama untuk oranglain yang membutuhkan bantuannya.

Pelajaran kedua, Jangan mudah baper ketika ada seseorang yang memberi perhatian lebih, karena mungkin perhatian itu bukan hanya kepadamu, dan niat beliau memang hanya untuk berbuat baik semata, tidak ada maksud lebih dari itu. Dan saya pun pernah merasakan kebaperan itu😢 Pernah suatu ketika saya drop, dan harus segera melakukan tes darah, Beliau yang nganter, nungguin, nyariin opsional pemeriksaan karena saat itu antriannya ratusan, beliin sari kacang hijau, yang beliin bensin, dsb. Dan juga beberapa kali beliau menegur untuk tidak memasang foto closeup di Facebook, dan hilanglah ratusan foto saya di Facebook. Butuh waktu seminggu, untuk membersihkan galeri.

Pernah mengira itu sebuah bentuk perhatian, namun Beliaupun berbuat hal yang sama ketika ada santri yang sakit, beliau juga tak segan mengingatkan ketika orang lain melakukan kesalahan. Dari situ mulai belajar untuk tidak berharap kepada makhluk. Dan ternyata, ketika perasaan suka muncul, menghilangkannya butuh perjuangan ekstra. Hanya berani memintanya dalam doa,  meski kadang keraguan datang, karena tak dipungkiri banyak juga yang menyukai kebaikan dirinya.

Sering denger kabar burung, Beliau dijodohin sama ini itu, nyesek siih, tapi saya bisa apa...? Cuma berani curhat ke sahabat dan juga orangtua. Beberapa kali tabayun ke Beliau, pas denger sebuah kabar tentang perjodohan, tapi beliau selalu mengatakan tidak. Oiyaa, beliau ini juga pernah mencoba menjodohkan saya dengan temannya, sudah dua kali, namun tetap saja saya menolak. Kadang timbul pertanyaan, kenapa dia ngga peka..?😢

Proses Khitbah
Hingga suatu hari, curhatlah ke temen, tentang rasa yang selama ini terpendam, ciie😅 Dan sahabat saya ini siap menjadi perantara, dimulailah proses Taaruf itu di bulan Juni 2016. Setelah bertukar cv, berlanjut ke obrolan yang lebih serius, hingga akhirnya dipertengahan Bulan Ramadhan, Beliau datang ke rumah. Perjuangan dari Bandung ke Cilacap naik motor. Meminta izin kepada kedua orantua untuk menghalalkan putrinya. Setiap prosesnya berjalan begitu mudah.

Pelajaran Ketiga, Akhwat boleh mengutarakan niatnya terlebih dahulu, namun harus melalui perantara. Bukankah sikap ini pernah diajarkan oleh Bunda Khadijah RA...? Awalnya sayapun ragu, namun Allah menguatkan, dan memberi jalan lewat sahabat saya. Disitulah saya semakin yakin, ketika seseorang akan menjadi jodoh kita, Allah akan membuka Pintu-Pintu Kemudahan.

Honeymoon
Alhamdulillah, tanggal 06 November 2016, kami resmi menjadi sepasang kekasih. Saya mengagumi Beliau memang sudah lama, namun tidak dengannya. Cinta itu muncul saat orang-orang mengatakan sah. Selalu beliau menyatakan, "Aku akan terus belajar untuk menyayangimu, bantulah aku untuk membangun cinta bersamamu." Disaat itulah saya merasakan ketulusan cinta. Bersyukur, selama ini beliau bisa menjaga perasaannya. Dan mengungkapkannya setelah disahkan oleh agama, sebuah pernyataan yang membuat hati berbunga-bunga.

Belajar jadi orangtua
Pelajaran Keempat : Jika kamu ingin merasakan cinta yang tulus, jangan membiarkan perasaan cinta menggelora sebelum halal. Karena keberkahan Cinta muncul ketika seseorang sama-sama menjaga perasaannya. Jika sebelum menikah sudah sering bersama, setelah menikahpun tak ada bedanya. Maka untukmu yang tengah menanti, teruslah memperbaikki dan memantaskan diri, berusaha menjaga hati, agar memperoleh cinta yang haqiqi. Milikillah sebuah prinsip "Taaruf - Khitbah - Nikah" Insya Allah menjadi keluarga yang berkah.

Pacaran Yukkk...!!!

"Kamu mau ngga jadi pacar aku...???" bisiknya di tengah kemacetan malam itu. Meski terdengar samar, tetap saja berhasil membuat pipiku berubah warna, seperti kepiting rebus katanya. Diajakin pacaran sama seseorang yang selama ini dikagumi, siapa sih yang nolak?? Setelah mengagumi dalam diam, dan hanya berani meminta dalam lirihnya doa, sejak pagi tadi agama sudah menghalalkan kami untuk hidup bersama.

Dan sejak itu, kami resmi berpacaran. Kemana-mana pergi berdua, saling berbagi cerita, dan sama-sama belajar membangun cinta. Berusaha menerima kekurangannya, dan mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada pada dirinya. Bersama membentuk visi dan misi rumah tangga, agar jelas, mau kemana keluarga ini dibawa, ke surga ataukah ke neraka...???

Yukk pacaran, tapi kalau udah halal yaaa, itu syarat mutlak kalau mau kehidupan rumah tangga penuh makna. Sebelum halal, segala aktifitas berujung dosa, berbeda dengan hubungan yang sudah di sahkan oleh agama, berpandangan menggugurkan dosa, bercanda dengannya di temani malaikat, bergandengan tangan dengannya berbuah pahala, dsb. Yakin masih mau menunda...?? Karena kalau seseorang mengaku cinta, pasti berusaha sesegera mungkin untuk menghalalkannya. :D

Apa sih manfaat nikah muda...??? 
Semua yang tertulis disini berdasarkan pengalaman yang sudah dialami...

1. Belajar Dewasa Sejak Dini
Bukan berarti setelah menikah bisa langsung bersikap dewasa loh yaaa. Karena disini kita sebagai seorang istri harus bisa mengambil hikmah dari setiap ujian. Jika suatu masalah menimpa, coba ditelaah lebih dalam, apa yang menyebabkan masalah ini muncul, lalu langkah apa saja yang harus ditempuh untuk menyelesaikannya. Semakin pandai kita menyikapi masalah, semakin dewasa pola pikir kita.

2. Kreatif mengatur finansial
Bukan berarti yang menikah di usia tertentu kurang kreatif yaa. Sampai sekarang pun masih belajar banyak untuk mengatur keuangan keluarga, masih belum konsisten mencatat pengeluaran dan pemasukkan. Tapi inilah media pembelajaran yang nyata. Mulai belajar juga mana kebutuhan dan mana keinginan, karena keinginan tak pernah ada habisnya, selalu prioritaskan kebutuhan. Seru loh mengatur keuangan keluarga.

3. Semangat belajar lebih tinggi
Semangat belajar lebih terpacu saat saya mengalami kehamilan ektopik 7 bulan yang lalu. Belajar berbagai hal, tentang kesehatan, tentang problematika keluarga, tentang komunikasi suami istri, tentang pendidikan anak, dsb. Mulai aktif mengikuti kuliah whatssap dalam berbagai bidang. Karena, menurut saya suatu masalah akan cepat selesai jika kita memahami ilmunya.

4. Kreatifitas meningkat
Sejak mengalami keguguran, saya memutuskan untuk resign, agar bisa full istirahat dan mempersiapkan kehamilan berikutnya. Tentunya, dari segi finansial, pengasilan bulanan berkurang, hanya dari gaji suami. Nah, disaat-saat itulah muncul ide-ide baru yang bisa menghasilkan uang tanpa harus keluar rumah. Mulai dari ngeblog, bikin bros dan babyheadband, jadi reseller gamis & khimar, buket bunga, dll. Alhamdulillah, bisa sedikit membantu keuangan keluarga.

Sebenarnya masih banyak manfaat yang lain, semoga lain waktu bisa berbagi lagi. Dalam pernikahan memang permasalahannya lebih komplek, namun itulah yang membentuk pribadi kita semakin cerdas, semakin pandai, dan semakin arif. :)

Yukkk pacaran, karena ladang amal terbentang luas saat bersamanya... ;)

Adverstisement

Adversitement