![]() |
| Suasana Idhul Adha di panti Aisyiyah |
Tiga tahun tinggal di sebuah panti asuhan, menjadi kenangan berharga yang tak terlupakan. Salut dengan teman-teman, adik-adik seangkatan yang masih mengabdi sampai sekarang, semoga Allah mengiringi setiap langkahmu, melapangkan rezekimu, dan memudahkan segala urusanmu. Semoga keberkahan senantiasa tercurahkan untuk kalian, sahabatku tersayang. Begitu banyak moment kebersamaan yang selalu terngiang dalam ingatan. Keseruan-keseruan yang tercipta tanpa ada skenario, semuanya mengalir seperti air.
Di panti inilah aku berani bermimpi, senantiasa berharap dan selalu mencari celah untuk mengukir prestasi. Di masa-masa inilah makna perjuangan begitu terasa, jauh dari keluarga, hidup berdampingan dengan teman yang memiliki karakter yang berbeda, dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Disinilah aku belajar hidup bersama, mengatur ego, belajar berempati, belajar menjadi seorang pemimpin, dan belajar menjadi seorang Ibu, dengan berbagai kegiatan yang kami kerjakan setiap harinya.
Saat menulis inipun, seolah memutar film dokumenter masa lalu. Teriakan antrian yang menggema di lorong kamar mandi setiap pagi, sarapan bersama sebelum ke sekolah, melangkah bersama melalui pemantang sawah agar tidak terlambat sampai di sekolah, les bahasa inggris dan bahasa arab bersama, belajar menjahit, atau kegiatan rutin tapak suci.
Ataupun sedikit cerita kebandelan kami, diam-diam ke warnet sepulang sekolah, memetik mangga tanpa izin ibu saat berbuah, berangkat sekolah naik angkot karena sudah terlalu siang, atau sembunyi-sembunyi memakan mie instan tanpa diseduh, dan tidur saat jam belajar. :D
Setiap waktu, setiap tingkatan, membuat cerita yang berbeda. Sayangnya, dulu aku belum bisa belajar mengambil hikmah dibalik suatu kejadian. Keluhanpun sering terlontar, atau keinginan seperti teman-teman di sekolah yang bebas tanpa adanya peraturan, dsb. Baru sekarang bisa mengambil pelajaran, dari 3 tahun perjuangan di sana. Yang pasti, aku bahagia, pernah menjadi bagian di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Karanganyar.
Terima kasih Bapak/Ibu Agus Sumadi, Pak Eko Sudarmanto, dan teman-teman seperjuangan. Karena doa-doa, nasehat demi nasehat yang pernah Bapak/Ibu sampaikan, mimpi demi mimpi sudah kuraih. Semoga Allah membalas kebaikan-demi kebaikan dengan limpahan karuniaNya. Dan ilmu yang diberikan, menjadi amal jariyah, yang terus mengalir saat anak didik mengerjakan kebaikan.
Rindu,
Namun jarak dan waktu belum mengizinkan untuk bersilaturrahmi kembali.

EmoticonEmoticon