Showing posts with label Nikah Muda. Show all posts
Showing posts with label Nikah Muda. Show all posts

SIDIA MANIS

Pernah denger kalimat itu ngga...?? Kalau yang ikutan seminar Pra Nikah yang diadakan oleh SSG'30 pasti paham maknanya. Kalimat itu bukan buat ngegombalin orang loh yaa, tapi sebagai motivasi agar kita semua bersemangat untuk mempersiapkan pernikahan impian. SIDIA MANIS adalah singkatan dari Siapkan Diri Anda Menuju Pelaminan Istimewa.

Kita memang butuh banyak persiapan yang matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga, salah satunya harus cukup ilmu. Jadi buat kamu yang sedang menanti pangeran impian atau putri idaman, jangan hanya menunggu, tapi isilah masa penantian itu dengan berburu ilmu. Biar nanti ketika waktunya telah tiba, ketika aku dan kamu menjadi kita, udah benar-benar siap menghadapi badai yang menerpa ataupun indahnya pelangi yang menyapa.

Jadi apasih yang harus kita persiapkan untuk menjadi seorang istri/suami? Kalau saya pribadi menggunakan rumus 5W+1H, namun dengan urutan yang berbeda, agar sesuai dengan jawabannya.

What : Apa niat kita ketika memutuskan untuk menikah? 
Jawaban inilah yang terpenting, karena semua amal dinilai karena niatnya. Cobalah mencari waktu untuk bertafakur, bertanya pada diri, dan jawablah sejujur-jujurnya. Jika niat menikah karena ingin mencari ridho Allah, Menjaga kehormatan dan kesucian diri, dll. Maka mintalah kepada Allah agar senantiasa dijaga kemurnian niat selama proses menuju pernikahan. Karena niat bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Pernikahan Putri Ketiga Aa Gym
Who : Dengan siapa kita menikah? 
Dengan orang yang kita cintaikah? Atau dengan orang yang berpendidikan dan memiliki kekayaan? Atau dari keturunan seorang bagsawan? Jawabannya sesuai dengan hati masing-masing. Namun islam mengajarkan untuk memilih yang baik agamanya. Cinta bisa datang kapan saja, banyak kok yang awalnya tidak saling mengenal, disatukan dalam pelaminan, cinta tumbuh bermekaran dan sangat berkesan. Harta bisa dicari, namun membangun semuanya dari nol bersama akan semakin berarti. Ia yang baik agamanya, akan senantiasa menghormati, memuliakan, penuh tanggung jawab, dan berniat untuk membersamai sampai ke surga.

Where : Dimana kita bisa menemukan pendamping impian? 

“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Jika ingin memiliki pendamping hidup yang sholeh/sholehah tidak akan pernah kita temui di klub malam atau di tempat tongkrongan. Karena mereka yang senantiasa menjaga diri menghabiskan waktu untuk menyimak kajian, atau menabur kebaikan. Maka mulailah dari diri sendiri untuk berbenah, memperbaikki kualitas, dan memantaskan diri.

When : Kapan kita menikah? 

Disaat hati mulai terdominasi oleh cinta. Ketika cinta mulai hadir menyapa, maka konsentrasi akan sedikit terganggu olehnya. Waktu akan habis untuk memikirkannya, padahal belum tentu ia melakukan hal yang sama. Hati menjadi lebih sensitif, dan ibadah mulai tidak khusyuk. Setiap saat terlintas bayangannya, bukankah sebenarnya hal itu membuat kita menderita?

"Hai para pemuda, barangsiapa diantara kamu sudah mampu menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mamapu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya menjadi pengekang syahwat.

Why : Mengapa kita menikah saat mulai merasakan cinta? 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan.” (H.R.Ibnu Majah).

Menikah adalah obat yang paling mujarab untuk dua insan yang sedang jatuh cinta. Jikalaupun kita menikah bukan dengan orang yang kita cintai, maka belajarlah untuk mencinta, mintalah pertolongan kepada Sang Maha Cinta untuk menghadirkan cinta. Belajarlah bersama untuk saling membangun, bukan untuk jatuh. Yang kaucintai belum tentu yang terbaik, namun yang bersanding denganmulah yang terbaik menurut Allah.

How : Bagaimana agar kita bisa menuju pelaminan yang istimewa?
Kunci utama dari setiap permasalahan adalah ilmu pengetahuan, maka teruslah mencari bekal tersebut Selama masa penantian. Ilmu itulah yang akan menjadi cahaya penerang, membuat kita lebih bersabar dan peka dengan keadaan. Berusahalah untuk terus menjaga diri, menambah kualitas diri, belajar merawat diri, dsb. Pererat tali silahturrahmi dengan mereka yang sudah mengarungi, belajarlah dari pengalamannya agar semakin matang untuk melalui. Jangan lupa untuk mempersiapkan visi misi rumah tangga, karena keduanya adalah pondasi.

Pernikahan Qur'ani (Putri ke empat Aa Gym) 
Cinta setelah akad nikah adalah cinta yang terindah, maka jangan kau kotori dengan kemaksiatan-kemaksiatan sebelum halal. Menjaganya begitu sulit dan penuh perjuangan, namun perjuangan akan selalu berbuah manis. Beberapa kali menemui dua insan yang saling menjaga, mereka tak pernah berjalan berdua, bahkan untuk bertemupun selalu ada orang ketiga, dan ketika mereka disahkan agama, kesakralan pernikahan begitu terasa berbeda. Ada haru dalam bersatunya cinta.  Semoga keberkahan senantiasa mengiringi rumah tangga mereka.

Ketika Aku Menemukan Cinta

Fatimah Alfi Ahsani
Beberapa kali ada pesan masuk ke facebook ataupun whatssap yang menanyakan bagaimana proses menuju pernikahan, dan pertanyaan kenapa memilih untuk menikah muda, setelah merenung cukup lama, ciiie 😂😄 akhirnya terbitlah tulisan ini. Semoga sahabat yang membaca bisa mengambil sebuah pelajaran dari cerita ini.

Awalnya ikhwan itu adalah salah satu orang yang sempat kubenci, menurutku dia songong, jutek, nyebelin, ngga ada ramah-ramahnya sama sekali, dll. Bikin ilfeel deh tiap ketemu. Tapi dari perasaan benci itulah jadi kepo, stalkinglah medsosnya. Bingung juga sih kenapa tiba-tiba jadi pengen ngepoin😑

Pelajaran pertama, jangan berlebihan membenci seseorang, bisa jadi dan memang kenyataannya seperti itu, perasaan itu bisa berbalik. Entah sejak kapan dan apa penyebabnya, kita jadi sering bertegur sapa, apalagi sejak sering dimintain bantuan untuk jaga markas ketika yang ikhwan solat jum'at. Tidak ada yang kebetulan, kami bertetangga, beliau salah satu santri khidmat yang salah satu tugasnya menjaga keamanan lingkungan rumah Kyai sekaligus asrama putri. Mau ngga mau yaa, hampir setiap hari ketemu.

Ternyata beliau itu orangnya baik, care, ngga sungkan untuk mengingatkan orang lain, dsb. Dengan catatan, itu semua berlaku untuk semua, meski respon yang ditangkap perempuan mah cenderung berbeda. Padahal beliau melakukan hal yang sama untuk oranglain yang membutuhkan bantuannya.

Pelajaran kedua, Jangan mudah baper ketika ada seseorang yang memberi perhatian lebih, karena mungkin perhatian itu bukan hanya kepadamu, dan niat beliau memang hanya untuk berbuat baik semata, tidak ada maksud lebih dari itu. Dan saya pun pernah merasakan kebaperan itu😢 Pernah suatu ketika saya drop, dan harus segera melakukan tes darah, Beliau yang nganter, nungguin, nyariin opsional pemeriksaan karena saat itu antriannya ratusan, beliin sari kacang hijau, yang beliin bensin, dsb. Dan juga beberapa kali beliau menegur untuk tidak memasang foto closeup di Facebook, dan hilanglah ratusan foto saya di Facebook. Butuh waktu seminggu, untuk membersihkan galeri.

Pernah mengira itu sebuah bentuk perhatian, namun Beliaupun berbuat hal yang sama ketika ada santri yang sakit, beliau juga tak segan mengingatkan ketika orang lain melakukan kesalahan. Dari situ mulai belajar untuk tidak berharap kepada makhluk. Dan ternyata, ketika perasaan suka muncul, menghilangkannya butuh perjuangan ekstra. Hanya berani memintanya dalam doa,  meski kadang keraguan datang, karena tak dipungkiri banyak juga yang menyukai kebaikan dirinya.

Sering denger kabar burung, Beliau dijodohin sama ini itu, nyesek siih, tapi saya bisa apa...? Cuma berani curhat ke sahabat dan juga orangtua. Beberapa kali tabayun ke Beliau, pas denger sebuah kabar tentang perjodohan, tapi beliau selalu mengatakan tidak. Oiyaa, beliau ini juga pernah mencoba menjodohkan saya dengan temannya, sudah dua kali, namun tetap saja saya menolak. Kadang timbul pertanyaan, kenapa dia ngga peka..?😢

Proses Khitbah
Hingga suatu hari, curhatlah ke temen, tentang rasa yang selama ini terpendam, ciie😅 Dan sahabat saya ini siap menjadi perantara, dimulailah proses Taaruf itu di bulan Juni 2016. Setelah bertukar cv, berlanjut ke obrolan yang lebih serius, hingga akhirnya dipertengahan Bulan Ramadhan, Beliau datang ke rumah. Perjuangan dari Bandung ke Cilacap naik motor. Meminta izin kepada kedua orantua untuk menghalalkan putrinya. Setiap prosesnya berjalan begitu mudah.

Pelajaran Ketiga, Akhwat boleh mengutarakan niatnya terlebih dahulu, namun harus melalui perantara. Bukankah sikap ini pernah diajarkan oleh Bunda Khadijah RA...? Awalnya sayapun ragu, namun Allah menguatkan, dan memberi jalan lewat sahabat saya. Disitulah saya semakin yakin, ketika seseorang akan menjadi jodoh kita, Allah akan membuka Pintu-Pintu Kemudahan.

Honeymoon
Alhamdulillah, tanggal 06 November 2016, kami resmi menjadi sepasang kekasih. Saya mengagumi Beliau memang sudah lama, namun tidak dengannya. Cinta itu muncul saat orang-orang mengatakan sah. Selalu beliau menyatakan, "Aku akan terus belajar untuk menyayangimu, bantulah aku untuk membangun cinta bersamamu." Disaat itulah saya merasakan ketulusan cinta. Bersyukur, selama ini beliau bisa menjaga perasaannya. Dan mengungkapkannya setelah disahkan oleh agama, sebuah pernyataan yang membuat hati berbunga-bunga.

Belajar jadi orangtua
Pelajaran Keempat : Jika kamu ingin merasakan cinta yang tulus, jangan membiarkan perasaan cinta menggelora sebelum halal. Karena keberkahan Cinta muncul ketika seseorang sama-sama menjaga perasaannya. Jika sebelum menikah sudah sering bersama, setelah menikahpun tak ada bedanya. Maka untukmu yang tengah menanti, teruslah memperbaikki dan memantaskan diri, berusaha menjaga hati, agar memperoleh cinta yang haqiqi. Milikillah sebuah prinsip "Taaruf - Khitbah - Nikah" Insya Allah menjadi keluarga yang berkah.

Saat Kau Menjadi Penyempurna Agamaku


Hal yang paling besar diharapkan dari pernikahan adalah berkah. Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang sahabat yg menikah, dan ada seseorang yang mendoakan, "semoga bahagia dan banyak anak." Akan tetapi sahabat menolaknya, ia meminta agar didoakan sesuai yang dicontohkan Rasul.

Doa yg diajarkan Rasulullah SAW sudah membingkai semua doa (Doa Keberkahan) :
“Baaarokalloohu Laka Wa Baaroka 'Alaika Wa Jama'a Bainakumaa Fiii Khoirin.”
“Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan .”

Hal yang pertama kali yang harus kita upayakan dalam membangun rumah tangga adalah keberkahan, karena keberkahan adalah modal utama kebahagiaan. Baik dalam kondisi senang ataupun susah.

Hubungan suami istri tak sekedar hubungan raga, tetapi juga hubungan jiwa. Eratnya hubungan jiwa menimbulkan cinta, oleh karena itu syariat fiqh menganjurkan agar menikah dengan yang sekufu. Terutama agamanya. Jangan menikah karena cinta, karena rasa bisa berkurang seiring berjalannya waktu, tetapi menikahlah karena ingin meraih Ridho-Nya, maka rasa cinta akan terus tumbuh dan terawat.

Hikmah Pernikahan

1. Supaya kita merasakan sakinah pada pernikahan itu.

Adapun indikator sakinah yaitu:
a. Sakinah itu mampu menjaga kesucian dirimu dan pasanganmu.
b. Sakinah itu mampu membangun ikatan lahir batin dengan pasanganmu.
c. Sakinah itu supaya kamu cenderung terhadap pasanganmu. Ciptakan chemistry sebaik mungkin.
d. Sakinah itu supaya kalian merasa tentram ketika bersama dan juga ketika saling menitipkan kepada Allah.

2. Mawahdah

*Mawahdah disini menunjukan sebuah proses. Untuk menjadi keluarga yang sakinah membutuhkan sebuah proses dan ilmu. Banyak keretakan rumah tangga bukan karena hilangnya cinta, akan tetapi tidak tau ilmunya bagaimana cara mengungkapkan cinta.

*Laki-laki dan perempuan itu berbeda, cara mencintai dan dicintai pun berbeda. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami psikologi lawan jenis, agar kita tidak salah menafsirkan sikap atau tingkah laku pasangan. Insha Allah ketika kita memiliki ilmunya, kita lebih mudah saling memahami.

Setelah menikah, seyognyanya kita semakin giat menuntut ilmu, untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai macam masalah yang muncul. Terkadang hal sepele bisa menjadi bumerang untuk keluarga, jika kita salah mengambil sikap. Tetapi serumit apapun masalah bisa terpecahkan ketika kita memiliki bekal ilmu yang cukup. Ketika kau datang menyempurnakan agamaku, disitulah aku dan kamu akan terus berjuang menambah ilmu baru.

Ketika Cinta Menyapa di Kereta 2

Langit masih gelap, sang mentari mungkin masih enggan menampakkan sinarnya. Karena samar-samar cahaya bintang masih berkilauan. Angin berhembus sepoi-sepoi, membawa hawa dingin nan menyegarkan. Karena belum terkontaminasi pekatnya asap kendaraan.

Ayra merapatkan jaketnya, jam menunjukkan pukul 05.00 pagi itu. Suasana kota Bandung pun masih lengang, mungkin mereka tengah shalat subuh berjamaah di masjid. Sehingga taksi yang menghantarkannya ke stasiun Bandung, terasa lebih cepat. Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke stasiun.

Meski masih pagi, suasana Stasiun Bandung tampak ramai. Disetiap sudut terlihat orang-orang menanti keberang katan dengan berbagai bentuk bingkisan di sampingnya. Mudik memang selalu membawa cerita. Ayra tersenyum, kenangan setahun yang lalu kembali menyeruap dalam ingatannya. Gadis itu hanya mendesah panjang.

"Semuanya akan baik-baik aja Ayra..." batinnya menguatkan diri.

Namun sekuat apapun Ayra mencoba melupakan, tetap saja bayangan Ruvel yang terbayang. Sudah setahun ia menghilang tanpa kabar, ngga pernah aktif di Facebook. Mereka berdua benar-benar loss kontak.

Tepat jam 06.40 terdengar pengumuman bahwa penumpang bisa menaikki kereta Lodaya Pagi yang tersedia di jalur 5. Ayra melangkah perlahan-lahan, perasaannya masih campur aduk tak menentu. Kereta menyimpan cerita tersendiri untuknya.

***Ayra***

Aku sudah berusaha melupakan, melupakan kenangan yang pernah terlukis di memori otakku. Tapi semakin aku berusaha untuk melupakan, kenangan itu semakin mengakar.

Sepanjang perjalanan aku hanya diam, rasa-rasanya hatiku belum siap untuk menerima inspirasi. Tiba-tiba aku mendapat pesan dari Alfia, ia menyarankan aku mendengarkan Nasyid Mencintai Kehilangan, lagu yang katanya tengah populer saat ini.

Ada-ada aja sahabatku satu itu, dia kan tau aku lagi galau, eh malah disuruh dengerin lagu yang begituan. Awalnya aku ragu, tapi daripada terus-terusan melamun. Dan ternyata... Aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Yahhh, aku harus belajar mengikhlaskan. Meyakinkan hatiku, jika memang Ruvel jodohku, ia akan datang di saat yang tepat. Jadi semakin tertarik mendengarkan musik positive Kang Abay Motivasinger.

***

Akhirnya setelah menempuh perjalanan 10 jam lamanya, sampai juga di Temanggung. Ahhh,,, rindu rasanya berkumpul dengan keluarga.

"Asalammualaikum..." langkahku terhenti di depan pintu. "Ruvel...???" Pekikku terkejut. "Bunda Mala...???"

"Masuk dulu dong sayang," Mama melepaskan tas gendongku, dan menuntunku ke ruang tamu.

"Apa kabar sayang...?" Bunda Mala memelukku dengan erat.

Disampingnya Ruvel tersenyum menatapku. "Kamu emang banyak berubah Ra..."

Aku hanya tersenyum lalu duduk di samping Mamah dan Nenek. Ada apa ini...???

"Jadi gini Ra, maksud kedatangan aku ke sini..." ia menghirup nafas panjang. "Aku mau melamar kamu... Mamah kamu udah mengizinkan kok, dan Bunda juga setuju. Tapi semua keputusan ada di tangan kamu, siapkah kamu menjadi pendamping hidupku...?"

Keterkejutanku tadi belum seutuhnya menghilang, dan kini cowok di depanku ini, membuat debaran ini semakin cepat. Entah apa yang harus aku katakan saat ini. Semua ini bagai mimpi. Seseorang yang telah sekian lama menghilang tanpa kabar, tiba-tiba datang untuk meminang.

"Insha Allah, Ayra siap..." entah darimana, kata-kata itu meluncur begitu saja.

"Alhamdulillah..." ada raut kebahagiaan di wajahnya, di wajah Mama, Bunda Mala, dan juga Nenek.

***Ruvel***

Kutatap diriku di depan kaca, setelan jasko putih ini terasa begitu suci. Akhirnya, hari yang kutunggu-tunggu itu tiba. Setelah sekian lama aku menanti, berjuang menahan rasa ini agar tetap suci.

Dulu, aku sempat berfikir untuk menjadikannya seorang kekasih. Dia yang baik, cantik, dan mempesona. Namun aku takut, karena saat itu Dia tengah belajar memperdalam ilmu agamanya, ia tengah menjadi seorang santri yang tengah berjuang memperbaikki diri. Bagaimana mungkin, aku tega merusak konsentrasinya dengan cinta yang belum halal ini...?

Mungkin terasa menyakitkan baginya, karena dulu aku pernah mengungkapkan sebuah rasa. Mungkin saat itu dia membenciku, karena tetiba menghilang begitu saja. Walau kenyataannya, selama ini diam-diam aku memperhatikannya.

Dan aku pun berusaha melakukan hal yang sama, berusaha memperbaikki diriku, memantaskan diri ini agar suatu hari nanti bisa bersanding denganmu. Aku hanya berani memintamu dalam doa-doaku.

Hingga suatu ketika, kamu bertemu dengan Ibundaku, itu bukan sebuah kebetulan, itu semua skenario yang selama ini kususun. Dan ternyata Bunda sangat menyayangimu. Sikapmu yang lembut, Tutur katamu yang sopan dan menyenangkan, Tulusnya kasih sayangmu, membuat Bunda jatuh hati kepadamu.

Dari Bunda aku tau, aku masih tersimpan di hatimu. Kamu berhasil membingkai namaku dengan indah di hatimu. Setahun bukanlah waktu yang sebentar, namun selama itu kita sama-sama memantaskan diri, sama-sama mendoakan dalam diam, hingga akhirnya kita dipertemukan di pelaminan. Semoga, cerita ini menjadi sebuah kenangan yang indah untuk di kenang.

***Ayra***

"Ciiie, akhirnya...!!!" Alfia memelukku dengan erat. "Bahagia banget rasanya..."

"Makasih yaa Fi, selama ini kamu selalu support aku, bantu aku, ahhh,,, pokoknya kamu sahabat terbaik aku...!!!" Kubalas pelukannya. Hangat rasanya. Gadis ini yang selama ini membuatku nyaman, meski terkadang sifatnya menyebalkan.
"Jadi kamu kapan...?"

Alfia hanya nyengir kuda, "Doain aja yaa, yang terbaik pokoknya mah..."

"Ciie yang udah di khitbah,,," godaku, membuat pipi gadis yang di depanku ini merona merah. Cerita sahabatku satu ini tak kalah seru, perjuangannya luar biasa deh.😃

"Ciie yang lagi deg-degan...!!!" Sepertinya ia mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Ruvel beruntung dapetin kamu, kamu cantik banget hari ini...!!!"

"Berarti selama ini aku ngga cantik..??"

"Engga...!!!" Alfia tersenyum puas melihat perubahan wajahku.

Untung ada Alfia, sehingga aku tak segugup tadi. setidaknya ada teman berbagi, sedikit membuatku lebih tenang. Aku baru tau, kenapa selama ini Ruvel menghilang tanpa kabar. Memang dulu aku sempat kecewa, bahkan membencinya. Cowok yang pernah kucap sebagai pemberi harapan palsu. Namun seandainya saat itu ia datang, mungkin kisahku takkan seindah ini.

Aku semakin percaya, bahwa rencana-Nyalah yang terindah.

***

Lagu Pernikahan Impian mengalun merdu memenuhi gedung itu. Di pelaminan, sepasang kekasih terlihat begitu mesra. Kebahagiaan terpancar kuat dari wajah mereka. Seolah terungkap kata, "Akhirnya halal juga..."

"Mentari pagi tersenyum tenangkan hati
Sebuah kisah akhirnya berakhir indah
Doa rinduku terjawab karena hadirmu
Kita bersama melangkah bahagia

Meski kita dipertemukan tak sengaja
Tapi ku yakin rencanaNya yang terindah
Untuk kita, lewatinya...

Aku menikahimu karena Allah mau
Telah lama ku menanti kehadiranmu dihati
Aku menikahimu karena cinta sejati
Ada dalam pernikahan impianku bersanding denganmu
Hoooo....hmmm

Kita kan saling menguatkan
Bersama sama membangun cinta
Meniti jalan ridhoNya..."

Untukmu yang tengah menanti, ketika ia belum juga nampak, kuatkanlah niat suci itu. Mungkin, Allah belum juga mempertemukan karena niat kita belum benar.

Saat Kau dan Aku Menjadi Kita

Ada yang berbeda saat dia hadir dalam kehidupan. Dia yang berani meminta kepada orangtua, dia yang memberikan mahar terbaiknya, dia yang datang pertama tanpa cinta dan tanpa perasaan suka, dan dialah yang berniat membangun rumah tangga sesuai perintah-Nya.

Kehadiarannya membuat hidup semakin bermakna, karena ia telah menyempurnakan setengah agama. Ia sang Imam, yang senantiasa menasehati istri dengan lembut, dengan kesederhanaan, dan dengan keteladanannya. Saat bersamanya surga terasa dekat. Bercanda dengannya berbuah pahala, Bergandengan tangan dengannya penggugur dosa, Membersamainya, memperoleh sakinah dari Sang Maha Cinta.

Lelah sang suami ketika mencari nafkah terhitung jihad jika ikhlas, Letih sang istri mengurus rumah tangga adalah pernak-pernik untuk menjadi Bidadari Surga. Kenapa masih menunda?

Menikah membuka mata kita, mengasah hati untuk peka,  dan menuntut kita untuk mempelajari warna-warni dunia.  Setiap detik, setiap kejadian, seulas senyum, setetes air mata, menjadi media pembelajaran yang syarat akan makna. Saat dua hati memiliki visi dan misi yang sama, sebuah luka bisa menjadi bahagia, setiap kesusahan menjadi ladang amal bersama, dan semangat berbuat baik senantiasa menggelora, demi meraih Ridho-Nya.

Tatkala badai ujian menerpa, coba periksa dalam-dalam, tak ada salahnya kembali ke masa lalu, mencari kesalahan-kesalahan yang harus kita taubati. Mungkin ada cara yang salah, atau mungkin karena pernikahan bukan lagi Lillah. Ada yang mengatakan menikah karena saling jatuh cinta, tidak masalah sebenarnya, namun bukankah Allah yang mampu membolak-balik hati hamba? Maka, menikahlah dengan tujuan mencari Keridhoan Sang Maha Cinta.

Harus kita pahami bahwa kepahitan yang menimpa, diundang dari dosa-dosa yang belum kita taubati. Yakinilah bahwa kepedihan yang menimpa menjadi penggugur dosa jika keikhlasan memenuhi hati. Tidak ada yang berat dalam hidup ini, jika Allah menolong. 🙌Jangan takut untuk menikah.

Adverstisement

Adversitement