Saat Kau Menjadi Penyempurna Agamaku


Hal yang paling besar diharapkan dari pernikahan adalah berkah. Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang sahabat yg menikah, dan ada seseorang yang mendoakan, "semoga bahagia dan banyak anak." Akan tetapi sahabat menolaknya, ia meminta agar didoakan sesuai yang dicontohkan Rasul.

Doa yg diajarkan Rasulullah SAW sudah membingkai semua doa (Doa Keberkahan) :
“Baaarokalloohu Laka Wa Baaroka 'Alaika Wa Jama'a Bainakumaa Fiii Khoirin.”
“Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan .”

Hal yang pertama kali yang harus kita upayakan dalam membangun rumah tangga adalah keberkahan, karena keberkahan adalah modal utama kebahagiaan. Baik dalam kondisi senang ataupun susah.

Hubungan suami istri tak sekedar hubungan raga, tetapi juga hubungan jiwa. Eratnya hubungan jiwa menimbulkan cinta, oleh karena itu syariat fiqh menganjurkan agar menikah dengan yang sekufu. Terutama agamanya. Jangan menikah karena cinta, karena rasa bisa berkurang seiring berjalannya waktu, tetapi menikahlah karena ingin meraih Ridho-Nya, maka rasa cinta akan terus tumbuh dan terawat.

Hikmah Pernikahan

1. Supaya kita merasakan sakinah pada pernikahan itu.

Adapun indikator sakinah yaitu:
a. Sakinah itu mampu menjaga kesucian dirimu dan pasanganmu.
b. Sakinah itu mampu membangun ikatan lahir batin dengan pasanganmu.
c. Sakinah itu supaya kamu cenderung terhadap pasanganmu. Ciptakan chemistry sebaik mungkin.
d. Sakinah itu supaya kalian merasa tentram ketika bersama dan juga ketika saling menitipkan kepada Allah.

2. Mawahdah

*Mawahdah disini menunjukan sebuah proses. Untuk menjadi keluarga yang sakinah membutuhkan sebuah proses dan ilmu. Banyak keretakan rumah tangga bukan karena hilangnya cinta, akan tetapi tidak tau ilmunya bagaimana cara mengungkapkan cinta.

*Laki-laki dan perempuan itu berbeda, cara mencintai dan dicintai pun berbeda. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami psikologi lawan jenis, agar kita tidak salah menafsirkan sikap atau tingkah laku pasangan. Insha Allah ketika kita memiliki ilmunya, kita lebih mudah saling memahami.

Setelah menikah, seyognyanya kita semakin giat menuntut ilmu, untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai macam masalah yang muncul. Terkadang hal sepele bisa menjadi bumerang untuk keluarga, jika kita salah mengambil sikap. Tetapi serumit apapun masalah bisa terpecahkan ketika kita memiliki bekal ilmu yang cukup. Ketika kau datang menyempurnakan agamaku, disitulah aku dan kamu akan terus berjuang menambah ilmu baru.


EmoticonEmoticon