Showing posts with label Ayo Menikah. Show all posts
Showing posts with label Ayo Menikah. Show all posts

SIDIA MANIS

Pernah denger kalimat itu ngga...?? Kalau yang ikutan seminar Pra Nikah yang diadakan oleh SSG'30 pasti paham maknanya. Kalimat itu bukan buat ngegombalin orang loh yaa, tapi sebagai motivasi agar kita semua bersemangat untuk mempersiapkan pernikahan impian. SIDIA MANIS adalah singkatan dari Siapkan Diri Anda Menuju Pelaminan Istimewa.

Kita memang butuh banyak persiapan yang matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga, salah satunya harus cukup ilmu. Jadi buat kamu yang sedang menanti pangeran impian atau putri idaman, jangan hanya menunggu, tapi isilah masa penantian itu dengan berburu ilmu. Biar nanti ketika waktunya telah tiba, ketika aku dan kamu menjadi kita, udah benar-benar siap menghadapi badai yang menerpa ataupun indahnya pelangi yang menyapa.

Jadi apasih yang harus kita persiapkan untuk menjadi seorang istri/suami? Kalau saya pribadi menggunakan rumus 5W+1H, namun dengan urutan yang berbeda, agar sesuai dengan jawabannya.

What : Apa niat kita ketika memutuskan untuk menikah? 
Jawaban inilah yang terpenting, karena semua amal dinilai karena niatnya. Cobalah mencari waktu untuk bertafakur, bertanya pada diri, dan jawablah sejujur-jujurnya. Jika niat menikah karena ingin mencari ridho Allah, Menjaga kehormatan dan kesucian diri, dll. Maka mintalah kepada Allah agar senantiasa dijaga kemurnian niat selama proses menuju pernikahan. Karena niat bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Pernikahan Putri Ketiga Aa Gym
Who : Dengan siapa kita menikah? 
Dengan orang yang kita cintaikah? Atau dengan orang yang berpendidikan dan memiliki kekayaan? Atau dari keturunan seorang bagsawan? Jawabannya sesuai dengan hati masing-masing. Namun islam mengajarkan untuk memilih yang baik agamanya. Cinta bisa datang kapan saja, banyak kok yang awalnya tidak saling mengenal, disatukan dalam pelaminan, cinta tumbuh bermekaran dan sangat berkesan. Harta bisa dicari, namun membangun semuanya dari nol bersama akan semakin berarti. Ia yang baik agamanya, akan senantiasa menghormati, memuliakan, penuh tanggung jawab, dan berniat untuk membersamai sampai ke surga.

Where : Dimana kita bisa menemukan pendamping impian? 

“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Jika ingin memiliki pendamping hidup yang sholeh/sholehah tidak akan pernah kita temui di klub malam atau di tempat tongkrongan. Karena mereka yang senantiasa menjaga diri menghabiskan waktu untuk menyimak kajian, atau menabur kebaikan. Maka mulailah dari diri sendiri untuk berbenah, memperbaikki kualitas, dan memantaskan diri.

When : Kapan kita menikah? 

Disaat hati mulai terdominasi oleh cinta. Ketika cinta mulai hadir menyapa, maka konsentrasi akan sedikit terganggu olehnya. Waktu akan habis untuk memikirkannya, padahal belum tentu ia melakukan hal yang sama. Hati menjadi lebih sensitif, dan ibadah mulai tidak khusyuk. Setiap saat terlintas bayangannya, bukankah sebenarnya hal itu membuat kita menderita?

"Hai para pemuda, barangsiapa diantara kamu sudah mampu menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mamapu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya menjadi pengekang syahwat.

Why : Mengapa kita menikah saat mulai merasakan cinta? 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan.” (H.R.Ibnu Majah).

Menikah adalah obat yang paling mujarab untuk dua insan yang sedang jatuh cinta. Jikalaupun kita menikah bukan dengan orang yang kita cintai, maka belajarlah untuk mencinta, mintalah pertolongan kepada Sang Maha Cinta untuk menghadirkan cinta. Belajarlah bersama untuk saling membangun, bukan untuk jatuh. Yang kaucintai belum tentu yang terbaik, namun yang bersanding denganmulah yang terbaik menurut Allah.

How : Bagaimana agar kita bisa menuju pelaminan yang istimewa?
Kunci utama dari setiap permasalahan adalah ilmu pengetahuan, maka teruslah mencari bekal tersebut Selama masa penantian. Ilmu itulah yang akan menjadi cahaya penerang, membuat kita lebih bersabar dan peka dengan keadaan. Berusahalah untuk terus menjaga diri, menambah kualitas diri, belajar merawat diri, dsb. Pererat tali silahturrahmi dengan mereka yang sudah mengarungi, belajarlah dari pengalamannya agar semakin matang untuk melalui. Jangan lupa untuk mempersiapkan visi misi rumah tangga, karena keduanya adalah pondasi.

Pernikahan Qur'ani (Putri ke empat Aa Gym) 
Cinta setelah akad nikah adalah cinta yang terindah, maka jangan kau kotori dengan kemaksiatan-kemaksiatan sebelum halal. Menjaganya begitu sulit dan penuh perjuangan, namun perjuangan akan selalu berbuah manis. Beberapa kali menemui dua insan yang saling menjaga, mereka tak pernah berjalan berdua, bahkan untuk bertemupun selalu ada orang ketiga, dan ketika mereka disahkan agama, kesakralan pernikahan begitu terasa berbeda. Ada haru dalam bersatunya cinta.  Semoga keberkahan senantiasa mengiringi rumah tangga mereka.

Saat Kau Menjadi Penyempurna Agamaku


Hal yang paling besar diharapkan dari pernikahan adalah berkah. Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang sahabat yg menikah, dan ada seseorang yang mendoakan, "semoga bahagia dan banyak anak." Akan tetapi sahabat menolaknya, ia meminta agar didoakan sesuai yang dicontohkan Rasul.

Doa yg diajarkan Rasulullah SAW sudah membingkai semua doa (Doa Keberkahan) :
“Baaarokalloohu Laka Wa Baaroka 'Alaika Wa Jama'a Bainakumaa Fiii Khoirin.”
“Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan .”

Hal yang pertama kali yang harus kita upayakan dalam membangun rumah tangga adalah keberkahan, karena keberkahan adalah modal utama kebahagiaan. Baik dalam kondisi senang ataupun susah.

Hubungan suami istri tak sekedar hubungan raga, tetapi juga hubungan jiwa. Eratnya hubungan jiwa menimbulkan cinta, oleh karena itu syariat fiqh menganjurkan agar menikah dengan yang sekufu. Terutama agamanya. Jangan menikah karena cinta, karena rasa bisa berkurang seiring berjalannya waktu, tetapi menikahlah karena ingin meraih Ridho-Nya, maka rasa cinta akan terus tumbuh dan terawat.

Hikmah Pernikahan

1. Supaya kita merasakan sakinah pada pernikahan itu.

Adapun indikator sakinah yaitu:
a. Sakinah itu mampu menjaga kesucian dirimu dan pasanganmu.
b. Sakinah itu mampu membangun ikatan lahir batin dengan pasanganmu.
c. Sakinah itu supaya kamu cenderung terhadap pasanganmu. Ciptakan chemistry sebaik mungkin.
d. Sakinah itu supaya kalian merasa tentram ketika bersama dan juga ketika saling menitipkan kepada Allah.

2. Mawahdah

*Mawahdah disini menunjukan sebuah proses. Untuk menjadi keluarga yang sakinah membutuhkan sebuah proses dan ilmu. Banyak keretakan rumah tangga bukan karena hilangnya cinta, akan tetapi tidak tau ilmunya bagaimana cara mengungkapkan cinta.

*Laki-laki dan perempuan itu berbeda, cara mencintai dan dicintai pun berbeda. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami psikologi lawan jenis, agar kita tidak salah menafsirkan sikap atau tingkah laku pasangan. Insha Allah ketika kita memiliki ilmunya, kita lebih mudah saling memahami.

Setelah menikah, seyognyanya kita semakin giat menuntut ilmu, untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai macam masalah yang muncul. Terkadang hal sepele bisa menjadi bumerang untuk keluarga, jika kita salah mengambil sikap. Tetapi serumit apapun masalah bisa terpecahkan ketika kita memiliki bekal ilmu yang cukup. Ketika kau datang menyempurnakan agamaku, disitulah aku dan kamu akan terus berjuang menambah ilmu baru.

Saat Kau dan Aku Menjadi Kita

Ada yang berbeda saat dia hadir dalam kehidupan. Dia yang berani meminta kepada orangtua, dia yang memberikan mahar terbaiknya, dia yang datang pertama tanpa cinta dan tanpa perasaan suka, dan dialah yang berniat membangun rumah tangga sesuai perintah-Nya.

Kehadiarannya membuat hidup semakin bermakna, karena ia telah menyempurnakan setengah agama. Ia sang Imam, yang senantiasa menasehati istri dengan lembut, dengan kesederhanaan, dan dengan keteladanannya. Saat bersamanya surga terasa dekat. Bercanda dengannya berbuah pahala, Bergandengan tangan dengannya penggugur dosa, Membersamainya, memperoleh sakinah dari Sang Maha Cinta.

Lelah sang suami ketika mencari nafkah terhitung jihad jika ikhlas, Letih sang istri mengurus rumah tangga adalah pernak-pernik untuk menjadi Bidadari Surga. Kenapa masih menunda?

Menikah membuka mata kita, mengasah hati untuk peka,  dan menuntut kita untuk mempelajari warna-warni dunia.  Setiap detik, setiap kejadian, seulas senyum, setetes air mata, menjadi media pembelajaran yang syarat akan makna. Saat dua hati memiliki visi dan misi yang sama, sebuah luka bisa menjadi bahagia, setiap kesusahan menjadi ladang amal bersama, dan semangat berbuat baik senantiasa menggelora, demi meraih Ridho-Nya.

Tatkala badai ujian menerpa, coba periksa dalam-dalam, tak ada salahnya kembali ke masa lalu, mencari kesalahan-kesalahan yang harus kita taubati. Mungkin ada cara yang salah, atau mungkin karena pernikahan bukan lagi Lillah. Ada yang mengatakan menikah karena saling jatuh cinta, tidak masalah sebenarnya, namun bukankah Allah yang mampu membolak-balik hati hamba? Maka, menikahlah dengan tujuan mencari Keridhoan Sang Maha Cinta.

Harus kita pahami bahwa kepahitan yang menimpa, diundang dari dosa-dosa yang belum kita taubati. Yakinilah bahwa kepedihan yang menimpa menjadi penggugur dosa jika keikhlasan memenuhi hati. Tidak ada yang berat dalam hidup ini, jika Allah menolong. 🙌Jangan takut untuk menikah.

Adverstisement

Adversitement