Showing posts with label Tips Menghafal Al-Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Tips Menghafal Al-Qur'an. Show all posts

Emak Rempong Bisa Punya Balita Penghafal Al-Qur'an

 Resume Kulwap bersama Bunda Judhita Elfaj

Di pandu oleh :
Sitta Ummu Hilya (Moderator)
Lela Qodriyah (MC).
Bandung, 24-25 Mei 2017

Bismillahirrahmanirrahim...

Memiliki buah hati merupakan anugerah yang istimewa dari Allah ta'ala. Ia adalah cahaya mata, penyejuk jiwa, dan penyempurna kebahagiaan keluarga. Terlebih lagi jika buah hati kita dapat menjadi ladang amal yang berpahala jariyah, senantiasa mengalir meski usia kita telah usai. Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang selalu mendoakan." (Hr. Muslim no. 1631)

Al-Qur'an adalah petunjuk dari cahaya. Ia adalah pintu beragam ilmu dan "software" terbaik yang apabila kita menginstalnya pada ananda, maka 2 dari 3 amal jariyah tadi dapat kita peroleh, yaitu : ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang senantiasa mendoakan. Betapa hati orangtua mukmin tidak mungkin tidak tergerak  dengan investasi khrowi ini, sedangkan Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Siapa yang membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya, mengamalkannya, maka dia akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak pernah didapatkan di dunia. Kedua orangtuanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an." (HR. Abu Daud)

Teman-teman tersayang,
Al-Qur'an yang suci yang diturunkan Allah Ta'ala selalu "compatible" pada setiap jiwa ananda yang masih suci diliputi fitrahNya. Mungkin belum memahami ayat demi ayat yang ia lantunkan, tapi jiwanya terjaga dengan kalamNya yang mulia itu. Mungkin mulutnya yang mungil belum sempurna melafazkannya, tapi yang keluar dari lisan kecilnya itu adalah sesuatu yang bernilai besar dari Allah Yang Maha Besar.

Tujuan utama mengajarkan Al-Qur'an pada anak usia dini bukan sekedar keterampilan membaca dan menghafal. Kita tidak sedang menumpukkan kitab di punggung keledai. Tetapi kita sedang menanamkan kecintaan-kecintaan kepada Allah, pada kalimatNya, dan pada AgamaNya. Kita sedang menanam iman dalam hatinya, membentuk dzauq atau cita rasa Qur'ani pada jiwanya, membentuk pola pikir yang selalu merujuk pada Al-Qur'an dalam kesehariannya dan semoga terbawa sampai dewasa.

Kemampuan membaca dan menghafal adalah bonus dari intensitas kita berinteraksi dengan Al-Qur'an. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri dalam menguasainya. Sekali lagi, kita sedang mencurahkan kasih sayang kita pada anak dan semakin bertambah tatkala menjalaninya dengan Al-Qur'an.

Karakteristik Usia Dini,
Pada periode emas ini, anak berada pada tahap praoperasional. Ia memiliki kepekaan terhadap perkembangan bahasa, mulai menguasai simbol-simbol termasuk kata-kata, dsb. Maka tak heran orang mengistilahkan otak mereka bagai spons yang memiliki daya serap yang luar biasa. Menguasai ratusan kosa kata baru, menghafal syair, dan juga pandai meniru aktivitas orang-orang disekitarnya. Namun nalar mereka belum logis sehingga mereka lebih mudah menerima sesuatu yang kongkret. Modus belajarnya pun lebih mengena dengan aktivitas fisik dan sesuatu yang memberi mereka pengalaman nyata.

Bagaimana mengkondisikan Balita kita menghafal Al-Qur;an... ?

1. Memberikan Keteladanan Terbaik
Anak adalah peniru yang ulung, maka jadilah model bagi mereka bagaimana mengisi keseharian hari-hari kita dengan Al-Qur'an.

2. Memberikan Pengalaman Berinteraksi yang istimewa dengan Al-Qur'an
Konon, bisa itu karena terbiasa dan cinta tumbuh karena sering berjumpa. Maka sediakan family quality time rutin bersama Al-Qur'an. Jadikan waktu itu saat yang sangat dinantikan oleh si kecil. Buat senyaman mungkin dan semenarik mungkin bagi hatinya. Mungkin tidak melulu meminta sikecil membaca Al-Qur'an. Bisa juga hanya sekedar mempersilahkannya "menonton" ayah bundanya asyik memperdengarkan Al-Qur'an, bercerita tentang kisah-kisah dalam Al-Qur'an, bermain dengan huruf hijaiyah, dll. Tak perlu lama. Sikecil masih memiliki rentang perhatian yang pendek kok. Sebentar tapi rutin dan berkelanjutan. Semakin membuatnya penasaran dan menanti-nanti kapan saat mengaji lagi akan lebih seru.

3. Al-Qur'an Sebagain Jalan Memperkenalkan Anak Pada Penciptanya.
Betapa banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang menggambarkan kebesaran Allah, tentang makhluk-makhlukNya (tumbuhan, hewan, bulan, bintang, dll), tentang kasih sayangNya, tentang kekuasaanNya di alam raya, dll.

4. Menjadikan Al-Qur'an sebagai isu utama dalam keluarga.
Sering diulang-ulang keutamaan Al-Qur'an pada diskusi hangat keluarga, berusaha mendedukasikan ayat-ayat Al-Qur'an dengan realitas yang ditemukan anak, memberikan apresiasi yang istimewa terhadap keberhasilan anak dengan Al-Qur'an dibanding bidang lainnya, dll.

5. Kasih sayang dan doa tulus dari orangtua yang senantiasa meliputi ananda tercinta.
Sesuatu dari hati akan sampai hati insya  Allah. Kekuatan kita hanya ada bersama Allah yang Maha Menguasai Ilmu dan Menggenggam seluruh jiwa makhlukNya.


Sekedar Berbagi,
Alhamdulillah, sulung saya telah selesai menyetor hafalan seluruh surah di juz 30 pada usia 3 tahun 9 bulan. Ananda juga pertama kali mengkhatamkan tilawah 30 juz pada usia 4 tahun (kurang seminggu) dan berhasil mengkhatamkan bacaannya 2 kali saat usia balita (belum 5 tahun). Ananda mulai menyetorkan hafalannya secara rutin setelah bicaranya lancar, panjang dan dimengerti, yaitu pada usia 2 tahun 6 bulan. Kegiatan menghafal ini semakin seru dengan bercerita isi surahnya, mengunjungi kebun binatang dan menjumpai binatang yang disebutkan pada hafalannya (gajah, unta, kuda, dsb), wisata alam, dan mengaitkan ciptaanNya yang kami temui dengan ayat-ayat Allah (awan, matahari, gunung, laut, dsb). Ananda mulai belajar membaca Al-Qur'an ketika sudah bisa diajak duduk manis selama 10-15 menit pada usia 3 tahun. Sebelumnya, belajar dengan permainan, membuat craft hijaiyah, dan cerita. Ananda mulai membaca mushaf Al-Qur'an usia 3 tahun 5 bulan, dari sini kami mulai mengeksplor kisah para nabi dan teladan lainnya dari Al-Qur'an.

Saya rasa demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Manajemen Qur'an Bagi Ibu Rumah Tangga

Kulwap disampaikan oleh :  Teh Ghaitsa Ummu Ghilman Al-Hafidzah (Putri ke-4 Aa Gym)
Dari Group Ummahat Hanata.
Dipandu oleh : Teh Wilda Ummu Alif (host) dan Teh  Ika Ummu Ghazi (Moderator)



Bismillah...
Asalammualikum wr. wb sahabat semua...
Alhamdulillah senang sekali bisa bertemu sahabat baru, saudara baru, apalagi kita disini bertemu dalam rangka mencari Ridho Allah. Insya Allah, Allah senang dan malaikat pun akan membersamai.

Walaupun sebenarnya sedih dan takut, pasti apa yang ada di dunia ini ngga kekal. Pertemuan, perjumpaan, pertemanan, group Wa, obrolan, dan lainnya pasti akan ada akhirnya. Yang kekal hanya catatan amalnya baik atau buruk. Dan Allah pun sudah janjikan tempat berkumpul yang kekal, hanya satu, yaitu surgaNya. Maka beruntunglah bagi siapa yang menjadikan setiap perjumpaan adalah jalan untuk berjumpa lagi di akherat kelak, di surga-Nya. aamiin.

Yuk bareng-bareng kita niatkan pertemuan ini, obrolan ini, semata hanya untuk mencari Ridho Allah. Kita sharing,kita berbagi, untuk sma-sama saling menguatkan dan mengigatkan. Selama masih Allah beri nafas, selama Allah masi beri kasih sayang-Nya dengan ilmu yang bertambah, yuuukkk, ngga ada kata terlambat. Kita sama-sama bertaubat kemudian berubah jadi leih baik. Saya pribadi sangat jauh dari sempurna. Sharing ini pun sama seperti menasehati diri sendiri, tapi inget pesan Allah (Qs. Azzumar : 53) Jangan putus asa dari rahmat Allah. Allah Maha Tahu diri ini sering maksiatnya, tapi Allah Maha Pengampun dan Pemberi Rahmat, sehingga tuggu aplagi, semoga kalaupun detik ini kita dipanggil Allah, semoga dalam keadaan bertaubat dan dalam keadaan iman. Dimulai langsung menjawab pertanyaan yaa... :)

Pertanyaan 1 : Ketika kita tilawah, terkadang anak merecoki karena merasa kurang diperhatikan. Bahkan sampai merebut mushafnya. Ada tis mengatasinya...?

Masya Allah, semoga Allah karuniakan cahaya Al-Qur'an kepada keluarga teteh dan kita semua. aamiin. Sedikit pengalaman, diusia anak 1,5 tahun masih suka cemburu juga. Bukan ke Qur'an aja, bahkan hp, dll yang bundanya lebih fokus kesana. Biasanya saya lebih memilih tilawah ketika anak sedang tidur, menyusu, atau sedang bermain dengan yang lain. Ketika mendampingi anak, saya lebih memilih murojaah. Karea Murojaah tidak harus terus-menerus melihat mushaf.

Untuk contoh, kita simpan mushaf di atas meja di smping, sedangkan dihadapan kita, anak dan mainannya. Ketika anak sedang khusyuk dengan mainannya, kita bisa baca mushaf, tapi ketika anak minta kita perhatikan, kita bisa langsung tatap mata anak samil mulut terus membaca ayat yang sedang dihafal, boleh ditambah ekspresi ceria, dan tangan kita ikut bermain dengan anak. Insya Allah, lama-lama anak menjadi faham, bahkan terkadang  bawa mushaf ke bundanya untuk dibacain. Bisa juga suatu saat nanti, anak terbiasa bermain sambil murojaah. aamiin.

Pertanyaan 2 : Pengen share dong, proses ummu Ghilman sebagai Hafidzah... ? Dan bagaimana penjagaannya, terutama dikala telah memiliki Ghilman... ?

Prosesnya... hehehe panjang, karena sampai sekarang pun masih berproses. Alhamdulillah atas izin Allah, mulai fokus menghafal di tahun 2012, kemudian selesai pesantren 2014, dan menikah 2015, dikaruniai anak 2015. Diawali dari beberapa motivasi yang salah satunya adalah sebuah kisah dari Bapak. Singkat cerita, ada temen Bapa akan membangun bangunan di sebuah lahan, yang lahan itu lahan pemakaman. Jadi, sebelum dibangun harus digali dulu tiap makamnya, karena khawatir ada jasad yang masih utuh. Dan ternyata benar, ada 3 jazad yang masih utuh.

Setelah ditelusuri, yang pertama adalah jasad seorang pendosa yang bertaubat dan yang kedua dan ketiga adalah sepasang suami istri yang dua-duanya Hafal Al-Qur'an. Disitu bener-bener memotivasi saya pribadi, karena apalagi yang kita cari selain teman di alam kubur dan keselamatan di akhirat nanti.

Seperjalanan waktu, Alhamdulillah, Motivasi, kabar gembira, peringatan, petunjuk, semua lengkap ada di Al-Qur'an. Karena ternyata setiap apa yang ada di dunia lengkap dengan buku petunjuknya. Mesin cuci juga pasti ada ya, supaya pemakaiannya benar dan tidak cepat rusak. Nah, kita sebagai manusia pun sama lengkap dengan buku petunjuk penggunaannya, yaitu Al-Qur'an. Ternyata jawaban dari setiap kegelisahan, kebingungan, dan segala hal-hal yang membuat kita tidak nyaman ada semua dalam Al-Qur'an.

Untuk penjagaannya... yang terpenting terus perbaikki dan menguatkan niat, tetap punya guru dan komunitas. Lebih baik lagi kerjasama dengan suami dan keluarga. Untuk saya pribadi setelah punya anak memang sangat-sangat berjuang lagi, hehehe, yang dulunya murojaah harus fokus dalam kesendirian, sekarang dilatih suami harus bisa di tes hafalan sambil nyuci piring, sambil masak, sambil main sama Ghilman, sambil di motor, dll. Karena kalau tidak seperti ini mungkin ngga ada waktu. Dulu sangat sulit dan banyak alasan, hehehe, sekarang sudah 2 tahun pernikahan, Alhamdulillah ada peningkatan walaupun belum banyak.

Untuk menghafal yang terpenting istiqomh. sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, insya Allah ngga lebih dari 30 juz kok, dan yang terpenting niatkan untuk Allah. Mudah atau sulitnya menghafal, insya Allah semuanya akan menjadi amal soleh. Dan yang paling dicita-citakan, ketika saat ini saya meninggal, semoga Allah catatkan sebagai hamba yang sedang berjuang menjaga Kalam-Nya. Berapapun tercatatnya di sisi Allah, semoga Allah saksikan diri ini sedang berjuang menuju 30 juz. Karena kita tidak tau berapa lama lagi kita hidup di dunia ini.

Lanjutan : Manajemen Qur'an Bagi Ibu Rumah Tangga Bagian 2

Adverstisement

Adversitement