Kulwap disampaikan oleh : Teh Ghaitsa Ummu Ghilman Al-Hafidzah (Putri ke-4 Aa Gym)
Dari Group Ummahat Hanata.
Dipandu oleh : Teh Wilda Ummu Alif (host) dan Teh Ika Ummu Ghazi (Moderator)
Bismillah...
Asalammualikum wr. wb sahabat semua...
Alhamdulillah senang sekali bisa bertemu sahabat baru, saudara baru, apalagi kita disini bertemu dalam rangka mencari Ridho Allah. Insya Allah, Allah senang dan malaikat pun akan membersamai.
Walaupun sebenarnya sedih dan takut, pasti apa yang ada di dunia ini ngga kekal. Pertemuan, perjumpaan, pertemanan, group Wa, obrolan, dan lainnya pasti akan ada akhirnya. Yang kekal hanya catatan amalnya baik atau buruk. Dan Allah pun sudah janjikan tempat berkumpul yang kekal, hanya satu, yaitu surgaNya. Maka beruntunglah bagi siapa yang menjadikan setiap perjumpaan adalah jalan untuk berjumpa lagi di akherat kelak, di surga-Nya. aamiin.
Yuk bareng-bareng kita niatkan pertemuan ini, obrolan ini, semata hanya untuk mencari Ridho Allah. Kita sharing,kita berbagi, untuk sma-sama saling menguatkan dan mengigatkan. Selama masih Allah beri nafas, selama Allah masi beri kasih sayang-Nya dengan ilmu yang bertambah, yuuukkk, ngga ada kata terlambat. Kita sama-sama bertaubat kemudian berubah jadi leih baik. Saya pribadi sangat jauh dari sempurna. Sharing ini pun sama seperti menasehati diri sendiri, tapi inget pesan Allah (Qs. Azzumar : 53) Jangan putus asa dari rahmat Allah. Allah Maha Tahu diri ini sering maksiatnya, tapi Allah Maha Pengampun dan Pemberi Rahmat, sehingga tuggu aplagi, semoga kalaupun detik ini kita dipanggil Allah, semoga dalam keadaan bertaubat dan dalam keadaan iman. Dimulai langsung menjawab pertanyaan yaa... :)
Pertanyaan 1 : Ketika kita tilawah, terkadang anak merecoki karena merasa kurang diperhatikan. Bahkan sampai merebut mushafnya. Ada tis mengatasinya...?
Masya Allah, semoga Allah karuniakan cahaya Al-Qur'an kepada keluarga teteh dan kita semua. aamiin. Sedikit pengalaman, diusia anak 1,5 tahun masih suka cemburu juga. Bukan ke Qur'an aja, bahkan hp, dll yang bundanya lebih fokus kesana. Biasanya saya lebih memilih tilawah ketika anak sedang tidur, menyusu, atau sedang bermain dengan yang lain. Ketika mendampingi anak, saya lebih memilih murojaah. Karea Murojaah tidak harus terus-menerus melihat mushaf.
Untuk contoh, kita simpan mushaf di atas meja di smping, sedangkan dihadapan kita, anak dan mainannya. Ketika anak sedang khusyuk dengan mainannya, kita bisa baca mushaf, tapi ketika anak minta kita perhatikan, kita bisa langsung tatap mata anak samil mulut terus membaca ayat yang sedang dihafal, boleh ditambah ekspresi ceria, dan tangan kita ikut bermain dengan anak. Insya Allah, lama-lama anak menjadi faham, bahkan terkadang bawa mushaf ke bundanya untuk dibacain. Bisa juga suatu saat nanti, anak terbiasa bermain sambil murojaah. aamiin.
Pertanyaan 2 : Pengen share dong, proses ummu Ghilman sebagai Hafidzah... ? Dan bagaimana penjagaannya, terutama dikala telah memiliki Ghilman... ?
Prosesnya... hehehe panjang, karena sampai sekarang pun masih berproses. Alhamdulillah atas izin Allah, mulai fokus menghafal di tahun 2012, kemudian selesai pesantren 2014, dan menikah 2015, dikaruniai anak 2015. Diawali dari beberapa motivasi yang salah satunya adalah sebuah kisah dari Bapak. Singkat cerita, ada temen Bapa akan membangun bangunan di sebuah lahan, yang lahan itu lahan pemakaman. Jadi, sebelum dibangun harus digali dulu tiap makamnya, karena khawatir ada jasad yang masih utuh. Dan ternyata benar, ada 3 jazad yang masih utuh.
Setelah ditelusuri, yang pertama adalah jasad seorang pendosa yang bertaubat dan yang kedua dan ketiga adalah sepasang suami istri yang dua-duanya Hafal Al-Qur'an. Disitu bener-bener memotivasi saya pribadi, karena apalagi yang kita cari selain teman di alam kubur dan keselamatan di akhirat nanti.
Seperjalanan waktu, Alhamdulillah, Motivasi, kabar gembira, peringatan, petunjuk, semua lengkap ada di Al-Qur'an. Karena ternyata setiap apa yang ada di dunia lengkap dengan buku petunjuknya. Mesin cuci juga pasti ada ya, supaya pemakaiannya benar dan tidak cepat rusak. Nah, kita sebagai manusia pun sama lengkap dengan buku petunjuk penggunaannya, yaitu Al-Qur'an. Ternyata jawaban dari setiap kegelisahan, kebingungan, dan segala hal-hal yang membuat kita tidak nyaman ada semua dalam Al-Qur'an.
Untuk penjagaannya... yang terpenting terus perbaikki dan menguatkan niat, tetap punya guru dan komunitas. Lebih baik lagi kerjasama dengan suami dan keluarga. Untuk saya pribadi setelah punya anak memang sangat-sangat berjuang lagi, hehehe, yang dulunya murojaah harus fokus dalam kesendirian, sekarang dilatih suami harus bisa di tes hafalan sambil nyuci piring, sambil masak, sambil main sama Ghilman, sambil di motor, dll. Karena kalau tidak seperti ini mungkin ngga ada waktu. Dulu sangat sulit dan banyak alasan, hehehe, sekarang sudah 2 tahun pernikahan, Alhamdulillah ada peningkatan walaupun belum banyak.
Untuk menghafal yang terpenting istiqomh. sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, insya Allah ngga lebih dari 30 juz kok, dan yang terpenting niatkan untuk Allah. Mudah atau sulitnya menghafal, insya Allah semuanya akan menjadi amal soleh. Dan yang paling dicita-citakan, ketika saat ini saya meninggal, semoga Allah catatkan sebagai hamba yang sedang berjuang menjaga Kalam-Nya. Berapapun tercatatnya di sisi Allah, semoga Allah saksikan diri ini sedang berjuang menuju 30 juz. Karena kita tidak tau berapa lama lagi kita hidup di dunia ini.
Lanjutan : Manajemen Qur'an Bagi Ibu Rumah Tangga Bagian 2
Manajemen Qur'an Bagi Ibu Rumah Tangga
August 29, 2017
Ghaitsa Zahira Shofa
Kulwap
Penghafal Al-Qur'an
Santri Tahfidz Daarut Tauhiid
Tips Menghafal Al-Qur'an

EmoticonEmoticon