kan dengan mencari nafkah, jadi jarang terlihat interaksi dengan Al-Qur'an, saya juga sejak punya anak jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an ;(
Alhamdulillah, semua punya takdirnya masing-masing, yang terpenting mulai dari diri sendiri. Kita hidupkan Al-Qur-an di rumah dengan berbagai cara, contohnya :
1. Ada speaker khusus murotal 30 juz yang selalu nyala. Jadi ketika kita tidak sedang membaca, minimal mendengar dalam segala aktifitas, kecuali aktifitas di tempat yang tidak boleh ya.
2. Minimal seminggu sekali membaca Al-Qur'an bersama, tadabur bersama. Lebih baik lagi ada gurunya, belajar bersama.
3. Interaksi dengan Al-Qur'an tidak identik dengan tilawah saja. Bisa dalam keseharian dibagi kedalam 5 bagian (Membaca, Menghafal, Memahami, Mengamalkan, Mengajarkan). Bisa jadi suami bekerja mencari nafkah diniatkan untuk mengamalkan Al-Qur'an.
Pertanyaan keempat : Anak pertama usia 6 tahun, Alhamdulillah setahun ini selesai juz 30. Bagaimana caranya supaya tetap terjaga, berhubung di tempat baru sekarang dia lebih senang bermain diluar dengan teman-temannya, sering menolak kalau diajak murojaah.
Masya Allah pertanyaannya berat karena belum mengalami, anak masih usia 1,5 tahun. hehehehe...
Tapi mungkin bisa menjawab sedikit, kalaupun tidak dengan lisan anak untuk murojaah, bisa dengan di perdengarkan. Seminggu fokus murotal surat An-Naba, kemudian seminggu selanjutnya surat selanjutnya... atau bis beberapa hari saja, yang hafalannya belum kuat bisa lebih lama harinya.
Dan yang terpenting anak senang dengan hafalannya, bukan target banyak hafalanny, tapi berapa besar minatnya sama menghafal. Bisa diselingi cerita dalam Al-Qur'an, diajak bertemu santri penghafal, dan dihindari tontonan yang kira-kira bertolak belakang dengan pendidikan Al-Qur'an. Insya Allah dengan sendirinya atas izin Allah, hafalan akan terjaga dan terus bertambah, yang lebih penting menjadi perubahan akhlaq juga untuk anak kita.
Penutup :
Alhamdulillah Allah takdirkan kita menjadi seorang wanita. Wanita yang sangat Allah muliakan sampai ada surat khusus untk wanita di dalam Al-Qur'an. Ternyata kita memiliki amanah besar, salah satunya rahim, tempat dititipkannya calon generasi selanjutnya, yang pastinya Allah ingin menjadi generasi terbaik yang bisa menjaga kesempurnaan agama-Nya dan menjaga kesucian Kalam-Nya.
Maka, jagalah mata kita, telinga kita, tangan, kaki dan segala perbuatan kita. Karena itu semua akan mengalir pada siapa yang kita kandung dan siapa yang kita berikan asinya. Kita menjadi madrasah pertama untuk anak kita.
Barakalloh sahabat semua, selamat berjuang :)
Sedikit pesan dari seorang Ibu, "Kecantikan seorang wanita ada pada kelembutannya, kekuatan seorang wanita ada pada keikhlasannya, dan kekayaan seorang wanita ada pada kemampuannya memahami Ayat-ayat-Nya.
Dan terakhir pesan dari seorang Ayah, "Jangan pulang,,, Jangan pulang kecuali ke surga."
Wassalamualaikum wr. wb
Bandung, 26 Mei 2017

EmoticonEmoticon