Kita memang butuh banyak persiapan yang matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga, salah satunya harus cukup ilmu. Jadi buat kamu yang sedang menanti pangeran impian atau putri idaman, jangan hanya menunggu, tapi isilah masa penantian itu dengan berburu ilmu. Biar nanti ketika waktunya telah tiba, ketika aku dan kamu menjadi kita, udah benar-benar siap menghadapi badai yang menerpa ataupun indahnya pelangi yang menyapa.
Jadi apasih yang harus kita persiapkan untuk menjadi seorang istri/suami? Kalau saya pribadi menggunakan rumus 5W+1H, namun dengan urutan yang berbeda, agar sesuai dengan jawabannya.
What : Apa niat kita ketika memutuskan untuk menikah?
Jawaban inilah yang terpenting, karena semua amal dinilai karena niatnya. Cobalah mencari waktu untuk bertafakur, bertanya pada diri, dan jawablah sejujur-jujurnya. Jika niat menikah karena ingin mencari ridho Allah, Menjaga kehormatan dan kesucian diri, dll. Maka mintalah kepada Allah agar senantiasa dijaga kemurnian niat selama proses menuju pernikahan. Karena niat bisa berubah seiring berjalannya waktu.
![]() |
| Pernikahan Putri Ketiga Aa Gym |
Dengan orang yang kita cintaikah? Atau dengan orang yang berpendidikan dan memiliki kekayaan? Atau dari keturunan seorang bagsawan? Jawabannya sesuai dengan hati masing-masing. Namun islam mengajarkan untuk memilih yang baik agamanya. Cinta bisa datang kapan saja, banyak kok yang awalnya tidak saling mengenal, disatukan dalam pelaminan, cinta tumbuh bermekaran dan sangat berkesan. Harta bisa dicari, namun membangun semuanya dari nol bersama akan semakin berarti. Ia yang baik agamanya, akan senantiasa menghormati, memuliakan, penuh tanggung jawab, dan berniat untuk membersamai sampai ke surga.
Where : Dimana kita bisa menemukan pendamping impian?
“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)
Jika ingin memiliki pendamping hidup yang sholeh/sholehah tidak akan pernah kita temui di klub malam atau di tempat tongkrongan. Karena mereka yang senantiasa menjaga diri menghabiskan waktu untuk menyimak kajian, atau menabur kebaikan. Maka mulailah dari diri sendiri untuk berbenah, memperbaikki kualitas, dan memantaskan diri.
When : Kapan kita menikah?
Disaat hati mulai terdominasi oleh cinta. Ketika cinta mulai hadir menyapa, maka konsentrasi akan sedikit terganggu olehnya. Waktu akan habis untuk memikirkannya, padahal belum tentu ia melakukan hal yang sama. Hati menjadi lebih sensitif, dan ibadah mulai tidak khusyuk. Setiap saat terlintas bayangannya, bukankah sebenarnya hal itu membuat kita menderita?
"Hai para pemuda, barangsiapa diantara kamu sudah mampu menikah, maka menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mamapu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya menjadi pengekang syahwat.
Why : Mengapa kita menikah saat mulai merasakan cinta?
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan.” (H.R.Ibnu Majah).
Menikah adalah obat yang paling mujarab untuk dua insan yang sedang jatuh cinta. Jikalaupun kita menikah bukan dengan orang yang kita cintai, maka belajarlah untuk mencinta, mintalah pertolongan kepada Sang Maha Cinta untuk menghadirkan cinta. Belajarlah bersama untuk saling membangun, bukan untuk jatuh. Yang kaucintai belum tentu yang terbaik, namun yang bersanding denganmulah yang terbaik menurut Allah.
How : Bagaimana agar kita bisa menuju pelaminan yang istimewa?
Kunci utama dari setiap permasalahan adalah ilmu pengetahuan, maka teruslah mencari bekal tersebut Selama masa penantian. Ilmu itulah yang akan menjadi cahaya penerang, membuat kita lebih bersabar dan peka dengan keadaan. Berusahalah untuk terus menjaga diri, menambah kualitas diri, belajar merawat diri, dsb. Pererat tali silahturrahmi dengan mereka yang sudah mengarungi, belajarlah dari pengalamannya agar semakin matang untuk melalui. Jangan lupa untuk mempersiapkan visi misi rumah tangga, karena keduanya adalah pondasi.
![]() |
| Pernikahan Qur'ani (Putri ke empat Aa Gym) |



EmoticonEmoticon