"Kamu mau ngga jadi pacar aku...???" bisiknya di tengah kemacetan malam itu. Meski terdengar samar, tetap saja berhasil membuat pipiku berubah warna, seperti kepiting rebus katanya. Diajakin pacaran sama seseorang yang selama ini dikagumi, siapa sih yang nolak?? Setelah mengagumi dalam diam, dan hanya berani meminta dalam lirihnya doa, sejak pagi tadi agama sudah menghalalkan kami untuk hidup bersama.
Dan sejak itu, kami resmi berpacaran. Kemana-mana pergi berdua, saling berbagi cerita, dan sama-sama belajar membangun cinta. Berusaha menerima kekurangannya, dan mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada pada dirinya. Bersama membentuk visi dan misi rumah tangga, agar jelas, mau kemana keluarga ini dibawa, ke surga ataukah ke neraka...???
Yukk pacaran, tapi kalau udah halal yaaa, itu syarat mutlak kalau mau kehidupan rumah tangga penuh makna. Sebelum halal, segala aktifitas berujung dosa, berbeda dengan hubungan yang sudah di sahkan oleh agama, berpandangan menggugurkan dosa, bercanda dengannya di temani malaikat, bergandengan tangan dengannya berbuah pahala, dsb. Yakin masih mau menunda...?? Karena kalau seseorang mengaku cinta, pasti berusaha sesegera mungkin untuk menghalalkannya. :D
Apa sih manfaat nikah muda...???
Semua yang tertulis disini berdasarkan pengalaman yang sudah dialami...
1. Belajar Dewasa Sejak Dini
Bukan berarti setelah menikah bisa langsung bersikap dewasa loh yaaa. Karena disini kita sebagai seorang istri harus bisa mengambil hikmah dari setiap ujian. Jika suatu masalah menimpa, coba ditelaah lebih dalam, apa yang menyebabkan masalah ini muncul, lalu langkah apa saja yang harus ditempuh untuk menyelesaikannya. Semakin pandai kita menyikapi masalah, semakin dewasa pola pikir kita.
2. Kreatif mengatur finansial
Bukan berarti yang menikah di usia tertentu kurang kreatif yaa. Sampai sekarang pun masih belajar banyak untuk mengatur keuangan keluarga, masih belum konsisten mencatat pengeluaran dan pemasukkan. Tapi inilah media pembelajaran yang nyata. Mulai belajar juga mana kebutuhan dan mana keinginan, karena keinginan tak pernah ada habisnya, selalu prioritaskan kebutuhan. Seru loh mengatur keuangan keluarga.
3. Semangat belajar lebih tinggi
Semangat belajar lebih terpacu saat saya mengalami kehamilan ektopik 7 bulan yang lalu. Belajar berbagai hal, tentang kesehatan, tentang problematika keluarga, tentang komunikasi suami istri, tentang pendidikan anak, dsb. Mulai aktif mengikuti kuliah whatssap dalam berbagai bidang. Karena, menurut saya suatu masalah akan cepat selesai jika kita memahami ilmunya.
4. Kreatifitas meningkat
Sejak mengalami keguguran, saya memutuskan untuk resign, agar bisa full istirahat dan mempersiapkan kehamilan berikutnya. Tentunya, dari segi finansial, pengasilan bulanan berkurang, hanya dari gaji suami. Nah, disaat-saat itulah muncul ide-ide baru yang bisa menghasilkan uang tanpa harus keluar rumah. Mulai dari ngeblog, bikin bros dan babyheadband, jadi reseller gamis & khimar, buket bunga, dll. Alhamdulillah, bisa sedikit membantu keuangan keluarga.
Sebenarnya masih banyak manfaat yang lain, semoga lain waktu bisa berbagi lagi. Dalam pernikahan memang permasalahannya lebih komplek, namun itulah yang membentuk pribadi kita semakin cerdas, semakin pandai, dan semakin arif. :)
Yukkk pacaran, karena ladang amal terbentang luas saat bersamanya... ;)
Pacaran Yukkk...!!!
September 02, 2017
manfaat menikah muda
No kholwat until akad
Pacaran
pacaran setelah menikah
Taaruf


EmoticonEmoticon