Pendidikan Pra Baligh

Kulwap Bersama Bunda Zulfa Alya. Pemilik bimbel berbasis homeschooling El Diina, Yogyakarta.

Pendidikan di dalam Islam dibagi dalam tahapan berikut :
-Usia dini 0-6 tahun
-Pra baligh 7-14 tahun
-Baligh 15 tahun keatas

Apa yang perlu kita persiapkan pada anak :

-Usia dini 0-6 tahun
•Aqliyah : proses membentuk cara berfikir
•Nafsiyah: pembelajaran dan pembiasaan pelaksanaan hukum-hukum syariat Islam.

-Usia pra baligh 10-14 tahun
•Aqliyah : mengokohkan dan mengembangkan cara berfikir Islami.
•Nafsiyah : penguatan keterikatan pada hukum syariat Islam.

Tujuan dari pendidikan pra baligh adalah membentuk sikap ( nafsiyah) dan kecerdasan (aqliyah) yang akan membentuk kepribadian Islam.

Pembentukan aqliyah bisa dibentuk dengan 2 cara :
1. Menanamkan pemahaman keislaman yang kuat
2. Membekali mereka dengan ilmu pengetahuan untuk mempermudah kehidupan mereka.

1. Menanamkan pemahaman Islam yang kuat bisa dibentuk dengan cara:

-Menanamkan aqidah dengan proses berfikir, dengan mengamati berbagai ciptaan Allah baik alam semesta, manusia maupun kehidupan, sehingga aqidah anak akan tertancap kuat.

-Menanamkan keterikatan hukum-hukum Islam baik dari segi ibadah, akhlak, makanan, pakaian, pergaulan, dll
Keterikatan dengan aturan Allah akan membuat seaeorang selalu dijalan kebaikan.
Menanamkan akhlak yang baik akan membuat tingkah laku seseorang indah dan santun.Sehingga tingkah lakunya bagus.

-Menghafal Al Qur'an
Menghafal Al Qur'an akan membuat jiwa seseorang hidup dan dekat kepada Allah.Dengan menghafal huruf demi huruf, kata demi kata dan ayat demi ayat akan membuat seseorang memiliki kecerdasan yang kuat.Karena terbiasa berkonsentrasi dengan menghafal dengan detail semua ayat-ayat Al Qur'an.

-Melatih bahasa anak.
Melatih bahasa disini akan memperkuat daya fikir anak, disamping itu juga akan membuat anak mempunyai bahasa yang santun, indah dan berpengaruh.Bahasa anak yang berpengaruh inilah yang akan membuat anak tidak mudah tercemar dengan berbagai hal buruk yang ada disekitarnya.Bahkan dia mampu mempengaruhi lingkunganya menuju kebaikan.

2. Membekali anak dengan sains dan tehnologi.
Ini penting agar anak bisa memanfaatkan alam sekitar untuk kesejahteraan umat manusia.Untuk kebaikan bukan untuk kerusakan.

-Membentuk nafsiyah atau pola tingkah laku anak.
Membuat pola harian anak dari pagi sampai malam.Atau portopolio perkembangan anak. Portofolio ini untuk membentuk  kebiasaan anak sehingga anak terikat pada aturan Allah, terbiasa beribadah dan belajar.
Contoh portofolio anak usia pra baligh
Terlihat pola diatas untuk membentuk kebiasaan anak dirumah.Sehingga terbentuk keteraturan pada anak.(gambar terlampir)
Sabtu ahad bisa dibuat pola berbeda karena libur.Acuanya masih sama dengan pola harian anak diatas.

-Berkarya
Anak juga dilatih untuk menadakan percobaan tertentu agar terbiasa berfikir produktif.Ini sekaligus juga melatih anak agar mengembangkan minat atau passion anak.
Di dalam berkarya anak tidak hanya dilatih membuat sesutu tapi juga menuliskan prosesnya dan mempreaentasikan hasilnya dihadapan orang tuanya.Agar anak terbiasa menjelaskan pemikiranya secara lesan atau tulisan.
Ini akan melejitkan kreatifitas anak dengan cepat dan terarah.Apalagi kalau orang tuanya rajin mendokumentasikan karyanya sejak usia dini maka diusia pra baligh anak sudah bisa diketahui passion atau minatnya.


Profile Generasi Cemerlang yang Akan Kita Bentuk :

Generasi yang dekat dengan Allah, beraqidah kuat, terikat pada aturan Allah, penghafal Al Qur'an, ahli syariat Allah dan menguasai iptek dengan kuat.

Kisah Umar Bin Khattab

Masa kecil beliau dihabiskan untuk menggembala unta seperti orang quraisy lainya. Tapi Umar adalah salah satu anak yang belajar membaca dan menulis dikalangan sukunya saat itu.Oleh karena itu kedudukanya tinggi.Umar juga belajar syair dan suka sejarah serta politik.
Umar juga sangat kuat dan pandai berkuda, memanah dan bergulat.

Inilah sebabnya, dimasa dewasanya Umar dikenal bijaksana, punya argumen yang kuat dan pandai menyelesikan masalah.Dia diangkat menjadi delegasi yang melakukan perjanjian dengan suku-suku lain karena kepiawainya berdiplomasi.
Dan ketika masuk Islam umar adalah orang yang paling takut kepada Allah.
Oleh karena itu ketika menjadi khalifah setelah Abu Bakar, Umar menjadi penakluk adidaya Persia dan Romawi saat itu.

Negarawan besar yang melalui tanganya dibuat baitul mal pertama kali.
Panglima perang besar denganya 2/3 jazirah arab dikuasai.
Sekaligus mujtahid, ahli dalam hal-hal ilmu fiqh.Mampu mengambil hukum dalam berbagai masalah baru dengan ijtihadnya.
Inilah profile generasi yang akan kita bentuk bagi anak-anak prabaligh.

Harun Ar Rasyid

Khalifah bani abasiyah yang sejak kecil sampai dewasa setiap hari shalat sunnah sampai 100 rakaat. Bersedekah dari uang pribadinya 1000 dirham sehari.

Harun Ar Rasyid sangat mencintai ilmu.Dialah yang menjadikan kekhilafahanya menjadi pusat iptek sedunia saat itu. Dia juga panglima perang yang hebat, penakluk wilayah-wilayah Romawi.
Kemampuanya memimpin negara sangat luar biasa karena keahlian dalam hal agamanya yang tinggi.
Inilah profile generasi yang akan kita bentuk bagi anak-anak prabaligh.Ahli ilmu agama, dekat dengan Allah dan mengausai saintek.


EmoticonEmoticon