Filosofi Manik - Manik

Pagi itu secara tiba-tiba tangan ini ingin berkreasi menggunakan mani-manik pasir, sembari menanti antrian mandi, akhirnya terciptalah beberapa bentuk karya. Awalnya aku tak acuh, karena membuat keterampilan seperti itu sudah menjadi hobbiku salama ini, tapi secara tiba-tiba pemikiran filosofis itu muncul. Sebenarnya hampir sama dengan Filosofi botol, hanya saja aku mencoba membuat filosofi tersendiri.
Gambar 1. Manik Pasir

Coba Perhatikan gambar berikut ini,manik-manik yang begitu kecil. Satu plastik manik-manik pasir ini bisa kita dapatkan dengan harga yang cukup murah, antara Rp 1.000 - 15.000,-

gambar 2. Hasil Kreatifitas

Dan lihatlah gambar kedua, manik-manik yang tadinya hanya butiran pasir diubah menjadi sebuah karya yang memiliki nilai seni. Ada tiga bentuk dan masing-masing memiliki kerumitan tersendiri. Semakin rumit dan semakin bagus bentuknya, pasti memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Begitu juga dengan kita, semakin kita ahli dalam melakukan sesuatu, kita semakin dicari. Perusahaan-perusahaan besar akan selalu mencari ahli untuk dipekerjakan, seorang pasien akan mencari ahli untuk mengobati penyakitnya, dll. Kembali kepada diri pribadi kita, apakah kita ingin menjadi seorang ahli atau manusia biasa?

"Be The Best Not Be Asa.", Menjadi yang Terbaik, bukan yang biasa.

 




EmoticonEmoticon