Semanis Susu Strawberry


Aku masih ingat, saat diam-diam aku menatapnya.
Aku masih ingat, saat dia tersenyum ketika aku membayar.
Dan aku juga masih ingat, saat senyumnya yang tulus itu.
Aku juga masih ingat, saat ia pertama kali mengucapkan namaku.

*****

Sebulan menjelang UN, Mama jadi over protective. Setiap pagi aku mendapat uang tambahan khusus untuk membeli susu atau sejenisnya. Sebenarnya aku malas, aku ngga suka susu. Tapi untuk menghargai Mama, setiap pagi aku membeli Susu Strawberry. Hanya itu yang aku suka. Sejak itu aku jadi sering ke minimarket dekat sekolahku.

Ternyata ada kasir baru disini, entah sejak kapan. Namun tiga bulan terakhir aku memang belum pernah bertemu dengannya. Seorang cowok cakep, tinggi semampai, dan memiliki gigi gingsul. Manis sekali saat tersenyum. Diam-diam aku memperhatikannya.

*****

Dan akhirnya aku tau sedikit tentang cowok itu, namanya Rangga. Dan memang benar ia baru bekerja di minimarket ini dua bulan yang lalu. Aku suka caranya tersenyum. Dan sikapnya yang ramah, membuat hatiku berdebar setiap kali melihatnya.

"Kenapa Selalu susu strawberry?" Tanya Kak Rangga saat aku membayar.

"Karena aku suka." Jawabku sekenanya. Mimpi apa aku semalem? Ini ngga mimpi kan? Kak Rangga ngajak ngobrol? Oh Tuhan, bahagianya aku hari ini.

"Emang ngga bosen gitu minum susu tiap hari?" Tanya Kak Rangga lagi, ia tampak lebih santai karena ngga ada pelanggan yang lain. Hanya aku seorang.

"Dari pada diomelin Mamah."

Kak Rangga tertawa mendengar alasanku, "Cewek aneh." Bisiknya saat memberikan kembalian. Ia tersenyum.

Tuhan, kenapa senyumnya begitu manis? Kenapa aku selalu bahagia saat dia tersenyum? Mungkinkah aku mengagumi sosok Kak Rangga? Ataukah aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama?

*****

Sejak saat itu, aku menjadi siswa yang paling rajin jajan di minimarket. Hampir setiap hari, kecuali hari Rabu. Karena saat itu Kak Rangga libur.Hingga suatu ketika, stok susu strawberry habis. Aku hanya bisa mendesah kecewa. Itu artinya aku ngga bisa ngobrol sama Kak Rangga, atau sekedar melihat senyum manisnya itu.

"Nih..." tiba-tiba Kak Rangga menyodorkan sekotak susu strawberry dingin untukku. "Udah ngga usah manyun, jelek tau!"dia mencubit kedua pipiku.

"Kakak..."

Kak Rangga tertawa bahagia, "Via, bisa ngga sih sehari aja kamu ngga minum susu?"

Aku pura-pura berfikir. Sebenarnya bukan masalah susu strawberrynya, tapi karena aku pengen ketemu sama kakak. Itu aja sih alasannya. Tunggu deh, darimana kak Rangga tau namaku?

"Gue nanya sama Vania," ujar Kak Rangga seolah bisa membaca pikiranku. "Dia teman gue, Via cantik."
Aaaaa... Kak Rangga bilang aku cantik!!! Kyaaa, senangnya.

Sebenarnya aku masih pengen ngobrol banyak, tapi bel masuk menghancurkan semua rencanaku. Padahalkan lagi asyik ngobrol sama Kak Rangga. Kapan lagi coba bisa ngobrol senyaman ini?

"Belajar yang rajin yaa..." Kak Rangga mengacak-acak poniku. Aku pura-pura cemberut, walau sejujurnya aku bahagia. Dan sangat-sangat bahagia, karena Kakak ganteng itu begitu memperhatikanku.

*****

Hari ini UN pertamaku. Sebelum masuk kelas, aku sempatkan untuk pergi ke mini market untuk membeli susu.

"Sukses ya Ujiannya," bisik Kak Rangga menyemangatiku.

Aku tersenyum, "Pasti kak! Makasih ya udah dikasih semangat."

"Pokoknya harus mendapatkan nilai yang memuaskan."

"Okee deh. Kalau nilai aku bagus, kak Rangga harus traktir aku."

"Siapa takut." Jawab Kak Rangga diluar dugaanku. "Semangat yaa Via..."

Ujian Bahasa Indonesia kali ini terasa mudah. Hari ini aku bahagia dan begitu bersemangat. Dan itu membuatku lebih mudah mengingat bab-bab yang sudah aku pelajari. Empat puluh lima menit lagi, dan aku sudah menyelesaikan 50 soal yang ada. Terima kasih Kak Rangga, untuk motivasinya pagi ini.

*****

"Gimana ujiannya hari ini?" Tanya Kak Rangga saat aku membeli cemilan.

"Sukses Kak," aku tersenyum senang saat membayar.

"Kayaknya kamu lagi happy, Vi?"

"Yaiyalah Kak, kan Via mau dapet traktiran! Emmttt, pokoknya ntar Via mau double steak, bakso, sop durian, sate padang, nasi goreng mavia terus..." aku pura-pura berfikir.

"Ternyata selera makan kamu bagus juga. Oke gue bakalan beliin semua tapi harus habis dalam waktu sepuluh menit."

"Via ngga serakus itu kali Kak."

"Yaaa siapa tau? Ya udah sana pulang, istirahat yang cukup dan jangan lupa belajar. Hati-hati yaa..."

Aku mengangguk dan bergegas pulang.

*****

Akhirnya UN kelar juga, waktunya santai. Hari ini hari Rabu, dan itu artinya Kak Rangga ngga ada. Ya udah deh, langsung pulang aja. Iseng-iseng aku searching nama dia di facebook. Dan ternyata ada, aku langsung menambahkan sebagai teman. Duhhh... Kak Rangga emang ganteng ya. Fotonya keren-keren.

Tapi tunggu, Kak Rangga sudah memiliki kekasih. Kenapa tiba-tiba hatiku sakit? Cemburukah aku? Ternyata selama ini aku salah mengartikan perhatiannya, senyumannya, dan canda tawanya.

(Bersambung)


EmoticonEmoticon