“Kasih Ibu, kepada Beta..
Tak terhinggga sepanjang masa..
Hanya memberi, tak harap kembali..
Bagai sang Surya menyinari dunia…”
Bagiku Ibu adalah orang yang begitu istimewa, tutur katanya
sederhana, namun mengandung kekuatan yang luar biasa. Beliau membesarkanku
dengan kesederhanaan, bahkan selama ini berulangkali merasakan pahitnya
kehidupan. Beliaulah yang mengajariku untuk tetap bertahan menikmati segala ujian. Bahkan Beliau memanfaatkan
moment kesulitan itu untuk menggali dan mengasah potensi putra-putrinya. Dan
Alhasil, perjuangannya kini berbuah begitu manis.
Aku banyak belajar darinya. Kesabarannya, semangatnya dalam menuntut ilmu, kecerdasannya dalam berkreativitas, kemampuannya dalam bekerja, kemampuannya dalam memotivasi dan ketangguhannya menghadapi problematika rumah tangga. Atas izin Allah, Beliau menjadi sosok wanita yang sangat kuat. Membesarkan lima anak dalam keterbatasan ekonomi bukanlah suatu hal yang mudah, menghibur putra-putrinya yang merengek meminta uang jajan, menyediakan makan, membereskan rumah, mencuci pakaian, dan seabrek pekerjaan yang mungkin membuatnya begitu lelah. Tapi beliau tak pernah menampakkan rasa lelah itu, tak pernah berkeluh kesah, bahkan Beliau selalu meluangkan waktu untuk mengajari Putra-putrinya belajar mengaji, memotivasi kami agar terus semangat dalam belajar, dan tak henti-hentinya mendoakan kami.
![]() |
| My Mom & My Lovely Brother |
Beliau adalah inspirasi terindah dalam hidupku. Dalam kesibukannya Beliau selalu menyempaatkan waktunya untuk belajar, dan mengajarkan ilmu yang Beliau peroleh untuk kami. Setiap kejadian yang menimpa keluarga kami, menjadi pelajaran yang begitu berharga. Dan Beliau semakin bijak, disaat Kakak Pertamaku mengalami Skizofrenia. Sebuah penyakit kejiwaan yang memerlukan penanganan ekstra. Ibu menerima takdir itu dengan tabah, bahkan Beliau semakin bersemangat untuk belajar. Beliau terus mencari informasi tentang penyakit itu, hingga suatu ketika Beliau dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki penyakit yang sama di sebuah rumah sakit. Dari obrolan sederhana, dan curahan hati para pasien Skizofrenia, Ilmu yang ibu miliki semakin bertambah, dan Beliau semakin yakin bahwa Kakakku bisa sembuh. Allah memberikan begitu banyak Ilmu pada Beliau, syariatnya dengan Kakak yang terkena gangguan kejiwaan itu. Ibuku bukan seorang psikolog, namun Beliau banyak memahami dunia kejiwaan sekarang.
"Selalu ada hikmah disetiap kejadian. Akan ada mutiara di balik kepahitan." Kata-kata itulah yang selalu Beliau nasehatkan kepadaku. Bertemu dan bersua dengan Beliau adalah sebuah moment yang kutunggu-tunggu, tak ada yang sia-sia, dan syarat dengan ilmu.
Tulisan ini terlalu sederhana untuk menggambarkan sosoknya yang begitu istimewa di mataku, Aku ingin menjadi sosok wanita sepertinya. Sederhana, Berwibawa, Tangguh, dan Tak Mengenal Putus Asa.

EmoticonEmoticon